Aku menggandeng tangan Raisen menuju ke mobil, setelah kami selesai berkonsultasi dengan Bu Sofia. Wajah Raisen berseri-seri karena tahu bahwa kami akan berangkat ke Pantai Anyer. Raisen bahkan bersenandung saking bahagianya. Ibarat seorang tawanan yang berhasil lolos dari penjara, mungkin itulah yang dirasakan Raisen saat ini. Berbeda dengan Raisen, aku justru masih mencemaskan perkataan Bu Sofia. Apa yang akan terjadi nanti jika ingatan Raisen perlahan-lahan pulih? Mungkinkah usia mentalnya dapat kembali sesuai dengan tubuh fisiknya? Lamunanku terputus ketika aku dan Raisen tiba di mobil yang kami gunakan tadi. "Sudah siap berangkat, Tuan, Nyonya?" tanya Pak Jan yang sudah menunggu di depan pintu mobil. Raisen mengangguk riang. "Kata Bu Dokter aku semakin sehat. Dia bilang aku ada

