Rangga pun dengan raut panik datang menuju ruang rawat Rara dengan tergesa. Disana, ia melihat ada Anton dan juga Firman. Rangga mengernyit bingung, lalu berjalan mendekati mereka. “An,” panggil Rangga pada Anton. “Rangga…” “Gimana kondisi Rara?” “Nggak apa-apa, Rara Cuma pingsan karena dehidrasi. Dia muntah terus,” Rangga pun mengusap wajahnya dengan kasar, ia sudah sangat panik. Bahkan, ia membatalkan untuk pergi keluar kota saat mendengar kabar jika Rara masuk rumah sakit. Sedangkan Firman, sedari tadi hanya diam mengamati tingkah Rara, bisa ia lihat jika Rangga itu benar-benar mencintai Rara. Firman pun semakin ragu, ia harus apa? Ia takut, jika nanti ia yang akan jatuh dalam pesona Rara. Tidak hanya cantik, tetapi Rara juga memiliki sifat yang ceria. Dalam kondisi seperti i

