Bab 46

1050 Kata

Saat Rangga masih memejamkan matanya, sebenarnya ia benar-benar merasa sangat pusing. Ia memikirkan nasib Rara, ia tidak ingin Rara menikah dengan laki-laki lain. Terlebih lagi dengan hatinya. Rangga benar-benar tidak rela jika Rara menaruh hati pada Firman. Firman bukan laki-laki yang baik, ya meskipun ia pun sadar ia pun sering membuat kesalahan. Rangga pun membuka matanya, lalu menatap arah suara. Firman keluar dengan tatapan tajam menatap dirinya, Rangga pun menatapnya datar. Entah apa maksudnya, bahkan suasana menjadi tegang "Rara mau sama lo," Rangga pun terdiam sejenak, otaknya menjadi blank tiba-tiba. "Lo denger gue ngomong nggak?" Ulang Firman membuat Rangga tersadar. "O-oke," Rangga pun menarik nafasnya dalam, lalu ia pergi ke dalam ruang rawat Rara. "Rara," "Kak Ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN