Bab 44

1039 Kata

… Setelah beberapa hari kemudian, Rara benar-benar tak bisa bangun. Ia merasa lemas dan tak sanggup karena terus mual. Ia tak menyangka jika hal ini benar-benar sangat menyakitkan. Rara pun menangis sejadi-jadinya. Ia ingin bertemu dengan Firman. Dan hal itu semakin membuat keluarganya curiga dengan Firman. Reyhan berjalan mondar-mandir dengan kepala pusing Ia berada di ruang kerjanya, lalu Anton pun masuk. "Ayah," "Ayah memanggilku?" "Duduklah," Anton pun duduk sesuai perintah Sang ayah, lalu ia mengernyit bingung karena sedari tadi sang ayah belum juga mengeluarkan sepatah katapun "Jadi, ayah menyuruhku datang kemari hanya untuk begini?" Barulah sang ayah menghela napas panjang, ia menatap putranya dengan tatapan yang sulit di artikan. "Sepertinya, ayah akan memajukan pernik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN