Bab 43

1254 Kata

… Firman pun membukakan pintu mobil untuk Rara, bahkan Rangga benar-benar jengkel melihat tindakannya. Menurutnya itu sangat menjijikan. “Ra,” “Kak Firman…” Rara tersenyum lebar, ia merasa seperti berbunga-bunga melihat Firman di hadapannya. Rangga menjadi curiga pada Firman dan Rara. Tetapi, ia tak bisa membiarkan Rara terus bersama dengan Firman. Firman itu tidak baik. “Ra, kamu udah makan?” tanya Firman dengan lembut pada Rara. Rara pun menggeleng pelan, “Huh, gimana sih? Kasian dong dedek bayinya kalau kelaparan,” Rangga pun terkejut, ia tersadar, ia lupa jika Rara belum makan. “Enggak, Rara nggak pengin makan. Mual sama pusing. Apa lagi kalau cium baunya, ih… itu menjijikan,” ujar Rara bergidik ngeri membayangkan makanan. Rangga menghela napas panjang. “Kamu harus makan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN