Rara masih bingung dengan semuanya. Entah mengapa, kini suaminya berubah menjadi Rangga. Rara tersenyum haru, ia benar-benar merasa sangat bahagia. Awalnya ia benar-benar tak ingin menikah, tetapi saat ia melihat Rangga yang menjadi suaminya, ia malah menghambur peluk. Tubuhnya hampir ambruk, ia tak percaya dengan ini. Namun, saat Rangga menangkap pinggangnya, ia sadar … jika ini adalah nyata. Rara langsung memeluk tubuh Rangga erat dan menangis sejadi-jadinya. Rara benar-benar tak menyangka, hal ini adalah sebuah kejutan terindah untuknya. "Sayang," saat ini Rangga dan Rara sedang duduk di kursi pelaminan, acara sudah hampir selesai. Rara pun yang kelelahan, Rangga perintahkan untuk duduk. "Kak Rangga," "Hm?" "Kok bisa ganti kak Rangga sih suami Rara?" Rangga mengernyit heran, m

