… Mita menemani Rara mematut diri, Mita tersenyum lebar melihat gadis yang ia sayangi seperti seorang adik akan menikah dan ia terlihat sangat cantik sekarang. Rara memakai kebaya warna putih dan Rara memakai hijab dengan sanggul terlihat anggun. Mereka sedang menunggu acara akad, hanya ada keluarga dan pihak pria saja di masjid yang jaraknya lumayan memakan waktu. Sedangkan Rara di wajibkan menunggu di gedung yang sudah di sewa oleh ayahnya untuk pernikahan ini. Sebenarnya, dalam hati Rara tidak ingin menikah dengan Firman, tetapi sang ayah benar-benar memaksanya. Rara berada di lantai tujuh dan speaker masjid pun tak sampai terdengar kesana. Rara berkali-kali menghela nafasnya dalam, ia berusaha untuk tenang. “Ra, jangan gugup,” “Aku beneran gugup loh, kak…” “Hm, kamu keliatan

