… Malam ini, bukannya Rara yang merasa gugup malah justru Rangga yang gugup. Ia tak mengira jika pernikahan ini akan terjadi, sebagai gantinya Firman. Rangga seperti seorang gadis yang akan menjalankan malam pertamanya, ia masih belum keluar sejak sejam lalu dari dalam kamar mandi. Ia merasa malu dengan Rara. "Kampret banget, kenapa jadi gue yang kaya perawan sih?" gerutu Rangga di dalam kamar mandi, ia baru saja selesai mandi. Rangga membiarkan Rara mandi lebih dulu tadi, karena Rangga sadar , jika wanita hamil tidak boleh mandi terlalu malam. Entahlah, Rangga merasa sangat bahagia, sedih dan haru bersamaan. Ia bahagia saat hal ini menjadi nyata, ia sudah menyandang status sebagai suami Rara. Rangga mengulum senyum, ia tak peduli dengan ayah mertuanya yang dari awal tak merestui

