Saat pagi pun tiba, Rara terbangun dari tidurnya. Ia merasa aneh saat ia merasakan dirinya dalam pelukan seseorang. Tangan Rara meraba dan itu terasa keras seperti lengan seseorang yang melingkar di bagian perutnya. Rara mengerjap, ia menoleh dan ternyata Rangga ada di ranjang yang sama dengannya. Ia pun langsung melompat dari tempat tidur. Rangga pun terkejut dengan tindakan Rara yang tiba-tiba, ia langsung terbangun. “Ra, hati-hati loh, kamu lagi hamil,” “K-kak Rangga ngapain di kamar Rara? Nanti ayah tau, kita bisa di marahin. Aduh, kak Rangga…” ucap Rara dengan panik. Mata Rangga langsung terbuka lebar mendengar ocehan Rara, ia langsung merubah posisinya menjadi duduk. “Sayang, kamu lupa ya?” “Lupa?” ulang Rara dengan raut bingung. “Huh, kita sudah menikah kemarin,” Rara pun

