"Kau menginap?" "Mungkin." "Kamu jangan menginap ya." "Kenapa?" Kembali Abi mengerut dahi. "Aku tidak izinkan. Lagipula, aku juga tidak izinkan kamu bercerai dari Clarissa." "Apa?" Abi menatap mertuanya dengan wajah bingung. "Clarissa bukan anak-anak lagi, Ayah, demikian juga aku. Jadi tolong hargai keputusan kami." "Tidak bisa. Kalian bahkan tidak tahu mana yang baik atau tidak untuk kalian sendiri. Jadi kalau tidak ada campur tanganku, mungkin kalian tidak bisa jadi apa-apa." "Ayah ...." "Abi ... kau sudah kuanggap sebagai anakku sendiri. Kenapa kau tega-teganya meninggalkan ayah? Bukankah ayah selalu ada saat kau butuh?" Abi terdiam. Ia tak bisa marah, sebab kata-kata Seno malah membuatnya seperti menantu yang tidak tahu berterima kasih. "Aku menerimamu dalam keluargaku di ma

