Demio melangkah keluar dari lift eksklusif di lantai 30. Setelan jas mahal yang ia kenakan setelah mengganti seragam cleaning service di toilet eksekutif terasa seperti baju zirah. Auranya berubah total. Kerutan di dahi yang biasa muncul karena menahan amarah kini berganti dengan ketegasan seorang pemimpin. Namun, di balik semua itu, ada kekalutan besar. Kekalutan karena tindakannya yang impulsif tadi—melindungi bekal rendang jengkol Yuni—hampir membongkar seluruh penyamarannya di depan Rina dan Hendra. Ia tahu, kata-katanya tadi terlalu berani bagi seorang cleaning service. Ia tidak bisa membiarkan Rina dan Hendra melaporkannya ke HRD, bukan karena takut dipecat, melainkan karena laporan itu akan menjadi catatan buruk bagi 'Demio si cleaning service' dan bisa mengganggu skenario yang ia

