Yuni membalasnya dengan curiga. “Waalaikumsalam. Maaf, ada keperluan apa ya, Mbak?” Rina membungkuk sedikit, gerakan yang sangat tidak terduga dari seorang wanita berpakaian mahal. “Perkenalkan, saya Rina. Saya bekerja di D&W Group, di mana suami Anda bekerja.” “Oh, Mbak Rina. Saya Yuni. Ada apa ya, Mbak?” Yuni berdiri, sedikit gemetar. “Saya… saya datang ke sini untuk meminta maaf, Yuni.” Yuni terkejut. “Meminta maaf? Untuk apa, Mbak?” Rina menarik napas dalam-dalam. “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak tahu, saya benar-benar tidak tahu siapa suami Anda sebenarnya.” Yuni tersenyum tipis. Nah, kan. Mas Demio tidak berbohong. “Maksud Mbak?” “Saya minta maaf karena sudah bersikap kasar padanya di kantor. Saya… saya sudah menghina beliau. Saya sudah meremehkan pekerjaann

