BAB 9

747 Kata
BAB 9 Sementara itu di Café Yuval, Gama dan Gani membahas soal tunangan, mereka berdebat cara menyelenggarakannya. Belum juga disepaka. “Kak Val jangan ngadain tunangan yang seperti acara pesta, kak Alma pasti ga suka. Sudah kita saja berempat, hanya saja cari cara yang sangat spesial gitu. Yang bikin menjadi kenangan terindah gitu.” Gani mengingatkan Yuval, “Iya kira-kira harus gimana coba kalian ikut fikirkan.” Yuval masih bingung. “Yang sederhana saja tapi berkesan gitu,” Gama ikut nimbrung. “Nah itu yang harus difikirkan. Seperti di kue atau di minuman terlalu mainstream.” Gani mengernyitkan dahinya. “Gimana kalau di Pantai saja kita liburan ke pantai jumat sore. Nah malamnya kakak ajak deh ke pantai berdua, disitu kakak baru kasih cincin. Sesederhana itu, tapi pasti berkesan.” Gama kasih ide. “Ya sudah nanti kita bikin grup chat bertiga untuk bahas selanjutnya. Tuh kak Alma sudah datang kusut gitu ada apa.” Yuval langsung berdiri melihat Alma mengkhawatirkan. Sampai di café, Semua sedang duduk diruang keluarga. Alma kelihatan cape sekali, ya bukan cape fisik tapi cape bathin tadi terus menahan diri bersabar menghadapi Jea “Tolong pijitin kepalaku, pusing dan berat sekali” Alma duduk selonjor di sofa. Gani berdiri hendak mijitin kakaknya, tapi dicegah oleh Yuval dengan kode tangannya nyuruh duduk lagi. Yuval bergeser duduknya dan meletakan kepala Alma di pahanya. Gani dan Gama keluar dan kembali ke café. “Kamu kok kelihatan kusut begini.” Yuval mijitin kepala Alma pelan-pelan. “Tadi lihat Jea, rasanya enggak tega sekali. Dia sangat merasa bersalah, dan terus terusan menyalahkan dirinya. Tidak nyangka saja sampai segitunya menderita. tidak mandi berhari-hari, kusut banget. Enggak dia banget.” Alma cerita sambil merem, tidak disadari air mata mengalir. Alma sesaat menahan tangisnya. “Dia merasa aneh, Jea bisa melakukan itu padahal dia merasa tidak suka pada perempuan itu, walaupun tidak kenal tapi aku tahu sepak terjang perempuan itu,” “Intinya kamu dan dia tidak berjodoh Al.” Yuval mengelus kepala Alma. “Apa kita akan berjodoh Val ? Aku lelah kalau harus putus nyari lagi pendekatan lagi. Lelah rasanya..” “Kita hanya berusaha Al, semuga kita berjodoh sampai tua. Aku pun sama sebelum ketemu kamu aku sudah sangat hopeless untuk mencari cewek yang bener-bener ngerti." “Gimana kalau jumat ini kita keluar kota yang deket jakarta saja, misal ke kepulauan ayer atau di kepulauan seribu atau ke anyer gitu.” “Iya ya kayaknya perlu hiburan kita, gimana kalau kita ke Ancol saja nginep di hotel mercure gitu. Ga usah ke tempat yang jauh.” Yuval mengangguk. Mereka sekarang kemana-mana berempat. Setelah malam Yuval dan Gama pamit pulang karena Alma masih pusing, mereka berembug di halaman café. “Alma sudah setuju pergi tapi enggak mau jauh, mintanya kita nginep di mercure Ancol.” “Aku dan Gama berencana pulang kuliah ke Ancol, untuk booking tempat dan nyari spot yang bagus. Nanti minta pegawai disana ngurus segalanya.” Yuval mengangguk setuju, mereka mulai merancang dari sekarang apa yang akan dipersiapkan. Selesai kuliah Gama dan Gani meluncur ke mercure, ternyata lumayan bagus hotelnya menghadap laut. Mereka berdiskusi dengan pegawai hotel untuk membuat acara spesial. = = = = = Jumat agak sore mereka berangkat ke Ancol, seperti biasa mereka memesan hotel yang satu ruangan isinya dua kamar, ruang nonton dan pantry. Acara makan malam mereka mendatangi pantai. Alma berkerut dahinya. “Kenapa makan malam dipantai kenapa tidak di resto saja, ini bener-bener di tepi pantai.” Seru Alma. Melihat dibibir pantai ada 4 kursi. “Ingin berbeda saja” Yuval menanggapinya dengan senyum. “Wooow menunya spesial banget” ketika tudung saji dibuka, Alma ternganga, dia hapal makanan seperti itu pasti cukup mahal. “Aku bingung pesan makanannya, karena kak Alma jago masak.” Gani menarik kursi buat Gama, dan Yuval menarik kursi buat Alma. Mereka makan dengan lahap dan ceria. Setelah makan pelayan membawa dessert. Untuk makan penutup. Tiba-tiba ada penyanyi dan pemain biola menyanyikan lagu. Dengarkanlah wanita pujaanku Malam ini akan kusampaikan Hasrat suci kepadamu Dengarkanlah kesungguhan ini Tuk yang pertama dan terakhir Jangan kau tolak dan buatku hancur Ku tak akan mengulang tuk meminta Satu keyakinan hatiku Akulah terbaik untukmu Dengarkanlah wanita impianku malam ini akan kusampaikan janji suci satu untuk selamanya dengarkanlah kesungguhan ini aku ingin mempersuntingmu tuk yang pertama dan terakhir Jangan kau tolak dan buatku hancur Ku tak akan mengulang untuk meminta Satu keyakinan hatiku Akulah yang terbaik untukmu ……. Yuval berdiri lalu menarik Alma untuk berdiri. Lalu Yuval menekuk kaki “Menikahlah dengan saya,” Yuval meminta jawaban dari Alma, Alma mengangguk terharu. Yuval pun memasukan cincin di jarinya Alma. Mereka berpelukan. Semua adegan di abadikan oleh orang hotel. “Kok bisa pas banget cincinnya ? Alma heran. “Aku curi satu cincin kakak.” Gani nyengir Mereka menikmati malam dengan kebahagiaan yang membuncah. Sambil mendengarkan penyanyi yang dipesan dengan menyanyikan lagu-lagu yang cocok pada acara tunangan Alma sangat terharu. Acara mereka pun selesai pindah ke ruang keluarga di hotel, Yuval tidak melepaskan sedikitpun tautan tangannya dengan Alma, betapa dia beruntung mendapatkan Alma dalam kekosongan bertahun-tahun. “Val, maaf sebelumnya, walaupun kita tunangan menikah, saya tetap akan komunikasi dengan keluarganya Jea, karena dia butuh untuk yang menyemangati hidup. Kamu percaya kan sama aku?” Yuval mengangguk,” Selama kamu memberitahuku.” Alma balik yang mengangguk. “Apa kalian tidak ingin secepatnya menikah ?” Gani penasaran untuk mengetahui. “Jangan ditunda toh kalian berdua sudah tidak ada yang ditunggu sudah dewasa, sudah mapan. Cepat atau lambat tetep menikah.” Gama ngomporin, aneh juga sok bijaksana gitu. Akhirnya setelah berdebat dan memberi masukan mereka sepakat untuk menikah cepat dan hanya akad saja tanpa ada resepsi. Alma masih trauma dengan resepsi. Mereka akan menikah dalam 1 bulan ke depan. Tempatnya di mesjid ga jauh dari café, acara makannya di café sendiri. Gani dan Gama bergerak cepat mempersiapkan acara buat kakaknya, mereka sangat antusias dan bersemangat, karena sudah terbiasa ngadain acara di café jadi mereka tidak sulit mengaturnya. Alma dan Yuval dilarang ikut campur mengurus acara, hanya dimintai pendapat saja, walaupun akad mereka sederhana mereka tetep sewa WO, untuk kelancaran acaranya dan keluarga tidak dipusingkan ngurus semua acaranya. Yuval makin sini makin mantap ingin menikah secepatnya, mencari apalagi, mendapat Alma diatas ekspektasinya tentang seorang istri. ***TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN