BAB 17
Alma mendatangi acara pemakaman Jared anak Diva dari Yuval. Bagaimanapun keadaan ini bukan kesalahan Diva semata, Diva hanya memanfaatkan keadaan. Alma sebenarnya sebal tapi ya sudahlah gak mau dipusingin hal itu.
Tuhan sedang mempermainkan nasibnya, ikutin saja alur ceritanya sampai dimana maunya Tuhan mengatur nasibnya. Sesimpel itu fikiran Alma, Alma hanya cukup beberapa hari untuk meratapinya.
“Jess ada berita besar untukmu. Mampir kalau kau gak sibuk, atau tidur sekalian di rumah gw.”
Alma ingin menceritakan semuanya pada Jessy.
“Ada apa sih serius banget kayaknya.” Jessy di buat penasaran.
“Bukan serius lagi sepuluh rius, makanya datang ke rumahku kamu beberapa bulan gak ke rumahku,” Alma membuat Jessy makin penasaran.
Jam 4 kurang dikit Jessy sudah ada di café, langsung masuk kamar.
“Ada apa sih gue sampai deg-degan banget gini.”
“gue cerai dengan Yuval.”
Jessy melonjak kaget.
“Al … lu jangan becanda gitu dong pamali tau..,”
“Beneran serius.”
Alma pun menceritakan kejadian dari Yuval tabrakan sampai pemakaman putranya Yuval.
Sidang cerai mungkin akan cepat karena kedua belah pihak gak ada yang keberatan.
“Sumpah apa gue lagi dimimpi ini,” Jessy nepuk-nepuk pipinya sendiri.
“Al.... gue ga mimpi kan ?”
“Ya sudah gitu saja. Gue juga gak minta biaya idah dan biaya anak. Yuval hanya ingat saat dia lagi bucin sama Diva sampai penjelasan apapun ga mau denger sama sekali. Percuma gw pertahanin juga. Dia akan sudah menikah dengan Diva.” Alma menjelaskan tanpa emosi.
Jessy memeluk Alma.
"Tuhan memberi cobaan sama lu kqrena Dia tahu lu akan mampu melewatinya, yang sabar ya."
"Gue sudah beberapa kali kecewa dan kehilangan, tapi sumpah ini terberat, ada anak gue yang harus gue korbankan Jess. Ini yang bikib gue sedih." Alma akhirnya tak bisa membendung air mata.
"Gimana adik kalian sudah tahu ?" Jessy inget adiknya Alma dan Yuval sedang sekolah di Perancis.
"Gue nggak berani ngabarin perpisahaan ini. biarkan mereka fokus ke kuliah. kalau tahu takutnya shock, terutana Gama, secara dia sangat membenci Diva." Wlma sedih memikirkan ini semua.
Tak lama kemudian putusan pengadilan atas perceraian Alma dan Yuval pun keluar. Alma sudah gak mau memikirkan lagi dia fokus pada cafenya dan usaha lainnya, dia mulai usaha memasukan camilan anak-anak ke toko, sudah ada yang mengurus distribusi dan sebagainya. Merknya sudah mulai dikenal anak-anak.
Dia mendengar Yuval menikah lagi dengan Diva karena Diva sudah hamil.
Ketika Velly tau Yuval menikah dengan Diva dia masuk ruang kerja yuval, menyodorkan catatan semua korupsinya Diva sampai sampai puluhan milyar sampai perusahaan ini hampir bangkrut.
Velly menceritakan saking kesalnya bagaimana Diva kabur dengan pacarnya meninggalkan Yuval yang sedang terpuruk. Menceritakan bagaimana Yuval bencinya sama Diva, dan bagaimana cintanya Yuval sama Alma.
Velly memperlihatkan CCTV bagaimana setiap makan siang Yuval menyongsong kedatangan Alma di lobby.
Yuval terhenyak, pasti ini semua ada yang tidak beres. Dia mulai meragu pada Diva. walaupun cintanya masih besar.
“Maaf ya Pak orang sekantor ini benci sekali sama Diva, Saat ini Diva hanya memanfaatkan bapak. Bapak hanya mencintai Bu Alma, Saat bapak kecelakaan Bapak sedang bucin-bucin nya pada Bu Alma.” Velly melemparkan berkas yang lainnya ke meja Boss nya saking kesalnya.
Yuval terus menonton video CCTV dan Video pertunangan nya. Dia mulai menyesal mengambil keputusan terlalu cepat apalagi setelah mendengar semua cerita Velly. Diva menghabiskan uang perusahaan dan meninggalkan Yuval yang terpuruk, dia mulai merasakan kebencian pada Diva.
Tapi Yuval menepis perasaan itu. Dia belum yakin Diva sejahat itu. Cintanya masih sangat besar. "Aku jangan mudah terhasut, mungkin saja Velly iri karena Diva sangat cantik.
Diva minta jalan-jalan ke mall pada hari sabtu sore, Yuval mengantarnya. Sedang memilih-milih baju dia bersinggungan dengan seseorang.
“Maaf, gak sengaja,” Casey berbalik dan ternganaga, “Kak Yuval….”
“Siapa yaa..”
“Aku Casey, kakak lupa sama saya, ini sodara kakak ?” Casey menunjuk Diva yang menggandengnya dengan mesra.
“Bukan sodara, dia istri saya.” Yuval menjawab dengan datar, karena merasa tidak kenal dengan Casey.
Gubrak, belanjaan sebelah Casey jatuh, Sella kaget mendengarnya.
“Trus kak Alma tau ?” Casey penasaran.
“Kami sudah bercerai.” Yuval menjawab dengan santainya.
“APAAAA…” Sella makin kaget. Sella dan Casey berpandangan tak percaya.
"Bukannya Alma sedang Hamil ?" Casey masih kurang yakin.
"Bukan berarti tidak bisa bercerai kan ?" Diva menjawab dengan ketus. Diva berusaha menari tangan Yuval.
“Ya Tuhan terima kasih, ini jalan Tuhan mungkin ma.” Casey menatap Ibunya.
"Tunggu..." Yuval menahan Casey.
"Ada apa?" Casey melihat tangan Yuval yang pegang lengannya.
“Kenapa kamu bahagia aku cerai,” Yuval tak mengerti.
“Kakakku punya peluang menikahi kak Alma dia sangat mencintai Kak Alma yang luar biasa hebat. Kamu bodoh sekali melepasnya."
Yuval merasa gak suka mendengarnya, ada yang begitu mencintai Alma, Alma sosok yang hebat ? ada apa ini. Apa yang aku tidak tahu tentang Alma.” Yuval jadi penasaran.
Di saat yang sama dia makin tidak suka dengan tingkah Diva. Yang terlalu menuntut dan ingat terus ucapan Velly.
"Ini pasti ada yang salah.” Yuval belum sadar juga.
“Ayoo ma…. Kita ke café kak Alma.” Casey bukan main senang mendengar kabar ini.
Casey dan Sella mampir ke café Alma,
Alma sedang di dalam rumah. Pelayan memberi tahu ada Casey dan Sella.
“Casey, mama…. “ Alma langsung memeluk mereka.
“Ceritakan ke mama sayang apa yang terjadi?"
Alma mengajak Casey dan Sella ke dalam rumahnya sekalian minta pelayan bawa minuman dan penganan.
“Casey dan Sella gak sabar ingin mendengarkan masalah yang terjadi pada Alma dan Yuval.
Alma menceritakan perjalanan yang dialaminya dari Yuval kecelakaan sampai bercerai.
Sella memeluk Alma
“Sabar ya sayang, Tuhan memberi cobaan gak akan melebihi kemampuan seseorang.” Sella mengelus-ngelus punggung Alma.
“Sekarang kamu tanggung jawab mama, kamu sudah menolong Jea bangkit, saat nya Jea membalas budi sama kamu. Jea akan menjaga kamu. Kamu tidak boleh menolak nanti Casey banyak nemenin kamu disini. Biar Casey ikut bantu kamu disini ngawasin kamu nemenin kamu, mama ga mau ada apa-apa pada kamu.”
Alma mengangguk gak mungkin menolak mama Sella yang kalau apa-apa selalu ngotot, Alma sudah hapal banget sifat mama Sella. Tapi tentu Alma tahu itu semua buat kebaikan Alma.
“Casey mulai besok kamu pindah kesini, kamu keluar kerja dari kakakmu bantu dulu kak Alma sampai melahirkan.”
“Casey mengangguk senang.”
“Mama…. Makasih masih sayang sama Alma.”
“Tentu saja Mama sayang kamu calon mantu kesayangan mama, kamu lupa itu yaa.” Sella mendelik.
= = = = =
Yuval setelah tau dari velly makin ga tenang.
“Div, keuangan perusahaan gak sehat, hutang sekolah Gama ke Alma pun belum bayar, kamu saya jatah tidak bisa nolak.”
“Val kok kamu begitu sih,” Diva tidak suka diatur. Diva curiga ada yang menghasut.
“Terserah aku harus hemat gak bisa menghambur-hambur uang perusahaan.”
“Tapi Val..”
“Gak ada tapi-tapian.”
Diva pun gak enak maksa. Apalagi mendatangi kantor Yuval sangat malu sama rekan-rekannya dulu.
Yuval pun minta surat perjanjian pernikahan hutang piutang istri bukan tanggung jawab suami atau istri.
Yuval gak mau kecolongan. Mau tidak mau Diva menandatangani surat perjanjian karena kalau tidak mau menandatangi lebih baik bercerai lagi.
Yuval makin gak nyaman seperti ada yang kurang dalam hidupnya.
“Vell, kamu tuh selalu cemberut saja kalau aku suruh beli makan siang, itu kan sudah tugas kamu.”
“Iya tau pak itu tugas aku sebelum bapak nikah dengan bu Alma. Tetapi setelah dengan bu Alma, tiap hari dikirim makanan yang lezat, Bu Alma sangat enak masakannya sampai bapak gak mau makan kalau bukan masakan bu Alma, Saya juga sekarang jadi pusing pak, selain pusing memilih menu buat bapak, juga dulu suka dapat jatah dari bu Alma makan siang sekarang harus nyari sendiri.” Velly pergi sampai lupa gak menutup pintu ruangan Yuval.
“Apa segitunya saya ke Alma.”
Yuval langsung memanggil lagi Velly ketika mau beranjak keluar.
“Vell sini, kamu pura-pura sana ke bu Alma beli masakannya bilang kamu kangen masakan ibu gitu.”
“Velly mengangguk, tersenyum tak menunggu waktu dia langsung telpon mantan istri boss nya, “Bu Alma, maaf nih ganggu, Velly kangen sekali masakan ibu bisa Velly pesan makanan yang ada di café ibu ? terserah apa saja ya bu semua masakan ibu enak kok.
“Oke Velly kebetulan lagi masak banyak ini. Nanti diantar pegawai yaa.”
Yuval yang berdiri disitu penasaran. Kamu tau apa saja tentang Alma.
“Bapak adalah laki-laki terbodoh yang aku kenal, membuang berlian memungut debu
dijalanan.”
“Bapak belum nonton video porno Diva yaa. Aku punya pak, dulu mencuri dari ponselnya Diva,” Saking sebelnya sama Diva, Velly ingin memutuskan Yuval sama Diva. Peduli amat mau kembali ke bu Alma atau tidak pokoknya Yuval harus putus dari Diva. Karena dulu Velly pernah di fitnah sama Diva sampai putus sama pacarnya.
"Nanti saya kirim ke ponsel bapak video nya. Itu melakukannya selagi masih pacaran dengan bapak, aku tau persis itu. Diva itu w************n Pak." Velly nggak pake sungkan.
"Vell, kamu jangan suka fitnah. Kalau terbukti ini fitnah kamu akan saya pecat." Yuval tersinggung istrinya disebut w************n.
"Pecat saja pak kalau bapak tidak punya malu." Velly cemberut
*** TBC