BAB 18
“Kamu membenci Diva karena ingin saya balikan ke Alma ?” Yuval curiga karena Velly kelihatannya sangat dekat dengan Alma.
“Tidak, bapak mau balik ke bu Alma atau tidak itu urusan bapak, saya hanya sakit hati dulu difitnah Diva sampai putus sama pacar saya. Saya malah doain bu Alma menolak bapak ketika bapak menyadari kesalahan menikahi Diva, biar bapak merasakan sakitnya bu Alma sekarang.”
Yuval makin merasa gak enak dengan kata-kata Velly tentang Diva
“Sejelek itukah Diva” Gumam Yuval.
Bu Velly ini ada kiriman dari Café Alma’S.
Velly membawa ke ruangan Yuval. Mereka makan berdua, Velly sangat menikmatinya. Apalagi Yuval selama ini hanya makan seadanya delivery terus.
“Bagaimana pak, enak bukan. Bayangin saya tiap hari dapat gratis makanan seperti ini dari bu Alma, tiba-tiba berhenti siapa yang gak kesal.”
Selesai makan Velly langsung menelpon Alma untuk mengucapkan terima kasih telah mengirim makanan.
"vel nggak usah sungkan, kadang aku sengaja suka dilebihkan membuatnya." Alma dengan tulus memberi makan siang gratis.
Velly teringat janji pada Yuval untuk mengirimkan video mesumDiva. Velly berusaha untuk menghancurkan wanita ular itu, ikut merasakan sakit hati Alma yang begitu baik.
“Sebentar ya pak saya kirim video porno nya Diva.” Velly nyari-nyari di galery, setelah ketemu langsung dikirim ke ponselnya Yuval.
“Saatnya gue balas dendam padamu Diva” Bathin Velly sambil membereskan bekas makanan lalu beranjak dari ruangan Yuval.
Setelah pintu tertutup Yuval membuka video yang dikirim Velly, Yuval ternganga begitu jelas video tersebut pemainnya bener-bener Diva.
“Siapa kamu Diva, sedikit-sedikit topeng kamu terbuka.” Video itu dia simpan di komputer untuk jaga-jaga kalau Diva mengancam atau menghapus nya. Yuval kembali ingat ke masakan Alma yang begitu enaknya.
“Vell kamu pesan makan tiap hari dari café Alma,” ujar Yuval di telpon.
“Ga mau ihh, ngerjain bu Alma, masakan itu kan gak dijual di café, itu mah masakannya bu Alma saja untuk makan sehari-hari.” Velly sengaja bikin Yuval frustasi.
= = = = =
Alma sedang memasak didapur.
Casey sedang rebahan di kasur Alma kecapaian karena tadi siang ada ibu-ibu arisan yang sangat rewel minta dilayani sangat cepat.
“Kak ada tamu nyari kakak.” Pelayan memberitahu Alma yang sedang masak.
“Iya bilangin tunggu sebentar kagok nih sebentar lagi.”
Tak lama kemudian Alma ke depan, ternyata Jea.
“Apa kabar Alma, kamu makin cantik saja. Maaf baru bisa datang kesini hari ini.” Jea
meletakkan paperbag berisi oleh-oleh dari umroh.
“Kabarku baik Jea, wah kamu sering banget kirim makanan lewat ibumu.”
“Casey lagi istirahat di dalam tadi ada acara disini.”
Jea mengangguk.
“Aku turut prihatin mendengarnya Al, gak disangka ya hidup ini.”
“ Ga apa-apa lakonin saja Tuhan lagi nguji aku.” Alma santai saja nanggapinnya.”
“Kapan kamu melahirkan Al ?"
“Kurang lebih 2-3 minggu lagi.”
“Ga terasa yaa, aku akan sering ke sini, kamu jangan berfikir yang nggak-nggak dulu, hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja, ada salam dari mama,”
Alma mengangguk.
“Aku percaya kamu akan kuat melewati semuanya.” Jea menatap Alma,
Alma tersenyum, Jea kembali berdesir, cinta buat Alma masih begitu kuat mengakar.
Selama ini banyak yang mau menjodohkan dengan cewek lain selalu membandingkan dengan Alma.
“Kamu sudah makan, barusan aku masak. Makan yaa. Tapi di dalam saja yuk,” Alma menarik tangan Jea dan memerintahkan pelayan untuk membawa makanan ke dalam.
Jea gak menyangka sambutan dari Alma gak kaku, Dia berharap Alma membuka kembali pintu hatinya buat dia.
Jea akan berusaha keras untuk mendapatkan Alma, adik dan ibunya akan membantunya. Mulai saat ini Jea berjanji akan selalu ada di dekatnya. Saat-saat tersulit dari kehidupan Alma.
“Aku kangen sekali masakanmu Alma.” Jea senang banget bisa mencicipi masakan Alma lagi.
“Ya kan kamu tinggal pesan, nanti saya antar sama pegawaiku atau pegawaimu kesini ngambil.”
Alma berdiplomatis.
“Nggak, aku kangen makan disini.”
“Ehh kak Jea ada disini.”
“Iya ditawarin makan, kangen juga masakan ka Alma.”
“Ayo Casey makan dulu jangan ngajak ngobrol kakakmu nanti dia gak makan-makan.”
Mereka bertiga ngobrol santai sambil makan, Jea merasa Déjà vu karena dulu sering makan bertiga begini saat bahagia dengan Alma, bersama Alma saat itu rasanya belum pernah bertengkar apalagi putus nyambung, rasanya tentram adem ayem.
“Gimana kabarnya Gani ? kapan dia sekolahnya selesai?”
“Mungkin usia bayiku 3 bulan mereka pulang.”
“Mereka ? apa Gani sudah menikah ?”
“Tidak, mereka bareng sama adiknya Yuval kebetulan di sini dia sekelas, dulu mereka yang menjodohkan aku sama Yuval.” Alma menceritakan dengan datar tetapi Jea merasa nyesek bagaimanapun karena kesalahan dia Alma jadi menikah dengan Yuval.
= = = = =
Yuval berulang kali nonton video porno Diva dan menonton video tunangan dirinya dengan Alma. Aku tidak terlihat terpaksa malah terlihat bahagia penuh tawa canda, Gama pun begitu bahagia memeluk Alma dan aku."
Tanpa sengaja membuka galeri, banyak foto-foto mereka yang sedang mesra di
bangkok, dan di hotel Mercure, bagaimana bisa dijebak sebahagia ini. Yuval mulai membenci Diva.
Tidurpun Diva disuruh di kamar yang lain
Dikamarnya ada foto besar pernikahan dengan Alma yang terlihat bahagia, yang kemarin sempat dicopot disimpan digudang, sekarang dipasang kembali.
Yuval mulai ragu omongan Diva kalau dia dijebak sama Alma.
“Alma tidak berusaha memaksa aku, Alma tdak berusaha mempertahankan aku dengan berbagai cara. Kalau dia sangat menginginkanku sampai menjebakku Alma akan berusaha mempertahankanya.” Gumam Yuval bicara pada diri sendiri, Sedikit-sedikit Yuval mulai meragu pada omongan Diva. Sedangkan makin sini makin banyak yang terbuka termasuk dibuka Velly.
Dan terutama kenapa aku kangen sama dia yaa, ingin melihat dia tapi harus bagaimana. Dia mulai merasakan ingin mencicipi masakan Alma lagi.
“Ada apa ini padalal berpisah baru hampir 4 bulan ini.”
“Sebentar lagi Alma melahirkan, kenapa aku jadi ketakutan begini, merasa gak enak ke Alma menelantarkan dia sedang hamil.” Hati Yuval tergetar hebat, merinding, “Ada apa ini ?”
Akhirnya, Yuval berusaha mencari celah ingin melihat Alma, dia nanti berniat lewat ke café nya, siapa tau ketemu pura-pura saja lewat dan mampir.
“Velly, mulai sekarang gimana caranya kamu bisa membeli masakan nya Alma.”
Yuval akhirnya gak bisa nahan lagi keinginannya untuk makan masakan Alma.
Velly tersenyum puas bergumam, . “Kamu pelan-pelan akan membenci Diva Yuval, aku akan berusaha memisahkan kalian. Kamu tidak pantas mendapatkan Yuval Selena Andiva”
Yuval keluar kantor , mau mampir ke cafenya Alma, pura-pura saja pas lewat kebetulan lapar.
Yuval meluncur ke arah café setelah mendekat, Yufal terbelalak melihat Alma sedang bersama cewek yang di mall ketemu dan juga seorang laki-laki yang begitu ganteng.
Hatinya bergemuruh sangat marah melihat pemandangan itu. Mengapa saya begitu cemburu melihat dia bareng laki-laki lain.
Yuval penasaran, tetap berhenti dan parkir, lalu keluar, Alma kaget, begitu pula Casey dan Jea.
“Ada apa Val kesini, urusan kita kan sudah selesai.” Alma berusaha tenang.
“Saya hanya lapar, kebetulan lewat sini ya mampir untuk makan.”
“ Ooh silahkan masuk, Casey tolong layani ka Yuval yaa.”
Jea pun pamit, tapi sedikit gelisah kelihatan tadi sorot mata Yuval keihatan gak suka melihat dia ada disini, ”apa dia sudah sadar, tapi biarin sadar juga toh dia sudah menikah.”
“Hei kamu gak menemani saya makan Alma.” Ketika Alma lewat dan Casey sedang menaruh minum dan makanan yang dipesan Yuval.
“Tidak ada alasan aku harus menemani pengunjung café Yuval, kamu mengunjungi tempat ini untuk makan kan bukan untuk menemui aku.”
Casey tersenyum puas mendengar jawaban Alma.
“Aku hanya ingin menanyakan kandunganmu, bagaimanapun itu anakku bukan.” Hati Yuval bergetar rasa yang tiba-tiba menyeruak ingin membelai kandungan mantan istrinya.
“Ya itu bisa cukup lewat pesan saja nanti saya jawab lewat pesan, Yaa.”
“Kapan kamu melahirkan ?”
“Nanti saja lewat pesan saya jawabnya sekarang saya cukup cape.” Alma cepat-cepat berlalu.
Yuval kesal diperlakukan begitu sama Alma, tapi gak bisa berbuat apa-apa, yang ngotot ingin pisah kan dia, Alma sudah minta diundur sampai melahirkan. Dia tetep tak bergeming, sekarang dia mulai menyesal.
Ketika sudah beres Casey dipanggil diminta bill, Yuval mengeluarkan uang sebesar yang tertera dilebihkan sedikit untuk fee. Ketika Casey ngambil uang diminta duduk sebentar.
“Kamu kerja disini sudah lama ?”
“Belum baru beberapa bulan saja, sehari setelah ketemu kak Yuval di mall, disuruh mama untuk jagain kak Alma.”
“Mama, siapa yang disebut mama ?"
“Ibuku dan yang cowok tadi itu kakakku.”
“ baru cerai sudah punya cowok ? Hebat sekali.”
“Kak Jea itu mantan nya kak Alma sebelum nikah dengan kakak, kami sekeluarga sangat menyayangi kak Alma dia baik, pintar masak. Pokoknya kak Alma itu the best, cewek idaman banget cowok, makanya ibu saya sekarang ngotot nyuruh kakak ku mendekati lagi ka Alma. Sedih sih kak Alma cerai tapi seneng juga ada peluang kakakku untuk mendapatkan kak Alma. Bahagia sekali kalau aku punya kakak ipar ka Alma." Casey ngoceh kemana-mana. Sedang Yuval masih belum ingat siapa Jea secara detail.
“Sudah sana aku mau pulang.” Yuval gondok sekali mendengar omongan Casey.
“Dasar abege ga mikir perasaan orang lain.” Yuval kesal.
Semua orang memuji Alma tapi semua orang menjelekkan Diva ga tanggung-tanggung satu kantor nya.
Apa langkahku salah menceraikan dan menikah dengan Diva. Dia mulai sebal sama Diva setelah tau kenyataan telah membuat perusahaannya pernah oleng. Apalagi ada seorang ibu menginginkan menantu Alma padahal Alma sedang hamil dari pria lain, berarti dia sangat berarti. Yuval makin pusing menghadapinya.
***Bersambung