BAB 11

1005 Kata
BAB 11 “Aku merasa masih bermimpi Alma, Tuhan begitu baik memberikan istri yang begitu sempurna dimataku.” Yuval selalu merengkuh Alma dimanapun berada, dia ingin memperlihatkan pada dunia betapa dia lelaki yang sangat beruntung. Bulan madu yang sangat terkesan, akhirnya mereka harus pulaang tak terasa 4 hari di Bangkok, serasa pacaran karena mereka pacaran nya cuma beberapa bulan, belum kenyang masa-masa itu. Kepulangan di bandara, “Kamu tuh ternyata laki-laki lebay yaa,” Alma mengejek, Yuval tertawa. “Apapun istilahnya aku memang seperti dapat lotre.” “Kanapa ya Gama dan Gani belum sampai juga.” Alma mengalihkan pembicaraan dan memang cemas takut terjadi apa-apa diperjalanan mereka. “Biar ku telpon.” Yuval mendial nomor Gama. “Ya Gama, kenapa belum sampai bandara?” “Macet banget kak kelihatannya ada kecelakaan di tol.” “Ok kalau gitu aku tunggu di coffee shop X yaa diterminal 2.” “Siapppp.” Gama menjawab suasana hatinya ga enak karena belum terlihat tanda-tanda akan lepas dari kemacetan. “Kakak sudah landing, sudah nunggu di coffe shop X terminal 2.” “Ga apa-apa, kan ini insidential, dibikin santai saja toh kakak sudah tau, paling dia nunggunya juga sambil menikmati, karena kondisi apapun kalau dengan yang dicintai tidak akan jenuh.” Gani berusaha santai menghadapi kemacetan yang sudah lama. Kalau ga macet seharusnya sampai sebelum pesawat kakaknya landing. Setelah pesan minuman dan camilan Yuval dan Alma duduk di kursi pojok, “Naga-naganya kita nunggu akan lebih lama nih.” “Ga apa-apa santai saja nikmati saja, kita tetep berdua.” Alma tertawa lepas, Yuval pun begitu. Di saat mereka berdua sedang bersenda gurau mesra, tanpa sengaja Yuval bersirobok mata dengan seseorang, “Yuval… “ seseorang menyebut namanya. Yuval membuang muka, Alma mencari suara yang memanggil suaminya. Seorang perempuan cantik “Siapa sayang ?” Alma bingung. Bukannya di jawab sapaan cewek yang sangat cantik. “Ga penting banget.” “Sayang sepertinya kita salah tempat, kita pindah yaa.” Yuval merengkuh dengan sangat mesra lalu keluar mendorong trolly yang berisi koper. “Kenapa kamu ? makanan dan minuman kita belum habis.” Alma bingung. “Perempuan itu, yang paling aku benci seumur hidupku.” Alma baru mengerti maksudnya. Ternyata dia bernama Diva. Mantan nya Yuval. “Seharusnya kamu tidak perlu menghindar seperti itu.” “Aku masih sangat membencinya,” Yuval mencari lagi coffee shop yang lain. “Val, kamu baik-baik saja kan kok wajahmu ditekuk gitu.” “Masih kesal saja tadi liat mukanya dia.” “Padahal dia cantik looh.” “Tapi hatinya busuk dan licik sekali, penyesalan dalam hidupku adalah pernah menjadi pacarnya.” Yuval menahan emosi. Alma mengelus-elus tangan Yuval. “Kamu harus membebaskan kebencian itu, hidupmu tidak akan tenang sayang.” “Benar sayang, tetapi sulit sekali, Aku dan adiku hampir terlantar gara-gara ulahnya dia.” “Saya beruntung tidak menikahi orang seperti itu.” Yuval memeluk Alma dan menciuminya. “Ini ditempat umum sayang. Malu.” Wajah Alma merona. Yuval sengaja melakukan semua kemesraan yang berlebih karena disudut sana Diva masih melihat ke arahnya. “Moodku langsung hancur melihat dia. Aku ingin menghilangkan mood burukku dengan menciumimu” Yuval sebegitu bencinya pada Diva. Disudut sana Diva meneteskan air mata, merasa sangat bersalah pada lelaki itu, yang pernah sangat tersakiti. “Maafkan aku Yuval, aku sangat bersalah menyakitimu, aku masih sangat mencintaimu.” Kring….kring…. “Kak aku sudah di coffee shop X,” Gama kesal kakaknya ga ada disana malah melihat perempuan yang sudah menghancurkan keluarganya. “Kakak pindah, sekarang baru sampai di Coffee shop Z.” Gama mengerti kenapa kakaknya pindah. Mereka akhirnya menuju coffe shop yang dituju. “Kak tadi disana ada Kak Di…” Gama ga meneruskan ucapannya karena disuruh berhenti oleh Yuval. “Kalian pasti cape, ayo pesan minum dan makanan dulu, takut nanti baliknya macet juga.” Alma menengahi. Gama dan Gani pun pesan pergi ke counter untuk memesan makanan. Mobil yang disupiri Gani meluncur membelah kota Jakarta, “Rencana sekarang gimana ? menginap di rumahku atau di café ?” Yuval menyerahkan keputusan pada Alma, karena berusaha memberi kenyamanan pada Alma dengan memilih sendiri kemauannya. “Ke rumahmu saja Val, di rumahku kasur nya ga besar.” “Ok, Gan menuju rumahku.” “Kalau baju kak Alma pada kotor, pakai baju tidurku saja, paling atas dilemari baju tidurku masih baru, pake saja.” Gama memang menyediakan baju tidur baru siapa tau kak Alma tidur dirumah suatu saat ternyata bener juga keputusannya. “Memang kamu mau kembali ke café ?” “Iyalah, emang aku mau jadi penonton yang masih bulan madu, kagak laah… Bi mae juga dua hari ke depan libur” Alma nyengir. “Wah berarti akan nerusin bulan madu kita nih, gak ada yang ganggu.” Yuval menarik bahu alma, mencium bibirnya sekilas. Sekarang mereka sudah berani didepan adik-adiknya bermesraan. Gama dan Gani hanya drop Alma dan Yuval, mereka langsung ke café, karena tidak mau mengganggu kakaknya untuk menikmati kebersamaan. = = = = = Pagi hari Alma di drop di café oleh Yuval. “Nanti siang aku kirim makan siang yaa, kalau ga cape aku akan bawa sendiri kalau sekiranya cape nanti dikirim pegawai. Sekarang kamu tidak boleh makan diluaran sendirian.” “Makasih yang, mulai skarang aku akan makan siang masakanmu yang lezat ga bingung lagi mau makan apa makan siang, itu sangat menyebalkan tau.” Yuval mencium tangan Alma. Ternyata nikah itu senikmat ini ada yang memperhatikan semua keperluannya. Setelah Alma memasuki café, Yuval baru menjalankan mobilnya. Sekarang Yuval merasakan hidupnya begitu dipenuhi kebahagiaan. Alma memasuki café, semua karyawannya heboh menyalami boss nya. “Apa kalian menunda untuk punya anak ?” Sasy yang sangat penasaran karena berharap Alma cepat hamil. “Tentu dong Sas, Aku tunda dulu menikmati berduaan dulu, baru merencanakan punya anak.” “Akkhhh kalian gak asyik, aku kan ingin segera punya ponakan,” Sasy bersungut. “Heii kenapa gak kamu saja cepet-cepet nikah dan punya anak.” Alma balik sewot pada Sasy. Mereka akhirnya tertawa berdua. ***TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN