BAB 7

1505 Kata
BAB 7 Alma dan Yuval enngak ngabarin ke adik-adiknya akan makan bersama, masing-masing hanya ngajak makan diluar saja. “Tumben kakak malam mingguan mau ninggalin café. Biasanya kalo aku yang pergi kakak yang nunggu begitupun sebaliknya.” Gani merasa heran saja tidak pernah seperti ini walaupun dulu kakaknya pacaran, tumben ingin pergi bareng. “Sekarang kan kakak enggak punya pacar, mau malam mingguan harus ngajak siapa coba.” “Kan bisa ajak kak Yuval.” “Kamu enggak mau malam mingguan sama kakak,” Alma mendelik. “Ayo pokoknya anter kakak. Soal café kakak sudah minta tolong Sasy menanganinya, dia kerja dua shift besokya biar dia enggak perlu masuk.” Alma ngotot minta ditemani, walau heran Gani akhirnya nurut daripada kakaknya ngomel terus. Yuval nggak ada kendala, Gama seneng saja diajak makan, secara dia masih jomlo, jadi sudah terbiasa makan malam minggu di luar bersama kakaknya. Sampe di restauran sunda, Alma masuk ke dalam, melihat mobil Yuval sudah ada di parkiran, Gani engak merhatiin keadaan sekeliling. Alma celingak- celinguk nyari keberadaan Yuval. Setelah kelihatan Alma mendekat, “Kak Almaaaa,” Gama histeris ketika melihat Alma dan Gani mendekat. Gani bingung kok bisa kebetulan ada disini mereka. “Ayo Gani, Alma duduk,” Yuval mempersilahkan mereka duduk. “Ada apa ini,” Gani menatap Gama, yang ditatap pun enggak ngerti malah ngangkat bahu. “Kalian harus tau ya, acara makan bersama ini sengaja kakak adain untuk merayakan hari jadi kakak pacaran dengan kak Alma. “Beneran, Asli nih bukan prank.” Alma terpekik, lalu memeluk kakak nya kemudian Alma. Lalu Alma pelukan dengan Gani, “Tugas kita berhasil Gani.” “Tugas apa sih.” Alma ga ngerti. “Hahahaha…. Kita makcomblangin kak Alma dan kak Yuval,” Gani sangat bahagia akhirnya kakaknya punyaa tambatatan hati, begitupun Gani senang melihat kakaknya kembali ceria, tersenyum. “Kalian tuh ternyata ada di belakang layar laah, apa di suruh kakakmu.” Alma melempar tissu ke muka Gama. “Awalnya nggak sih kakak enggak tau, tapi setelah kak Yuval tau minta diterusin, hahaha. Aku seneng banget kalau kak Yuval berjodoh dengan kak Alma. Aku bisa makan di café sepuasnya.” “No…no…no…. tidak ada gratisan buat pemalas, kalau kamu mau makan sepuasnya kamu harus kerja di café sekarang jadi asistennya Gani, Oke. Kamu harus mulai bekerja. Kakak tidak mau kamu manja lagi sama kak Yuval. Yang boleh manja Cuma kakak doang.” Alma nyandain Gama, tapi membuat Yuval makin seneng. “betul, kamu harus mulai belajar kerja, terserah mau dikantor aku atau di cafenya Gani.” “Diih belum saja sehari kakak pacaran dengan kak Gama, sudah banyak perintah.” Gama pura-pura kesel. “Kamu mau pilih dimana.” Yuval ngasih pilihan kerja, dia seneng Gama gak nolak. “Ya jelas di cafe laah, banyak tamu yang datang siapa tau ada yang naksir aku dananyak makanan. Kebayang di kantor kakak liat berkas mulu, males banget.” Alma semangat kerja di café. “Oke mulai senin yaa kamu kerja. Setiap pulang kuliah enggak ada main. Malamnya dijemput kak Yuval pulang kalau mau belajar di kamar kak Alma saja. Ga harus standby terus di café kalau kamu ngantuk tidur di kamar kakak.” “Sayang, makasih baru sehari saja kita jadian, kamu membawa aura positif pada Gama.” Yuval sangat senang melihat Gama nurut pada Alma. “Cieeee sayang.” Gani dan Gama barengan godain. “Yeyy emang bener sekarang kan kak Alma jadi yayangnya kakak, cewek kesayangan kakak.” Yuval cuek saja digodain adik-adiknya, sedang Alma merona malu. “Kak Alma lihat saja kak Yuval kalau sudaah cinta suka bucin deh.” “Heyyy… aku terlambat yaaa.” Jessy teriak dari kejauhan menggandeng pacarnya. “Hampir…” sahut Alma. “Kenalin ni pacar gue, Gibran.” Jesyy menyalami Yuval dan Gama. “Ini Gama ya adiknya Yuval ?” Gama mengangguk. Gibran menyalami semua dengan ramah, “Beberapa bulan ini dia kerja di luar kota, jadi gue banyak ngerepotin Alma dan Gani .” Pesanan makanan sudah datang, karena sebelum Alma datang Yuval sudah pesan duluan. “Ngomong-ngomong, siapa yang ulang tahun nih pake ada makan bersama.” Jessy heran enngak ada angin, ga ada hujan tiba-tiba ngajak makan malam. “Kak Yuval dan kak Alma Jadian, jadi ngajak makan-makan.” Gama bersemangat menerangkannya saking seneng kakaknya berpacaran dengan Alma. “Sumpah Al, beneran. Gue dengernya seneng banget lu bisa secepat ini move on, biasanya lu sulit banget move on nya.” Jessy memeluk Alma dengan erat. “Kakak ku gitu loooh… “ Gama membanggakan kakaknya yang bikin Alma cepet move on. Mereka makan dengan lahap dan bersuka cita. “Gw ikut bahagia Al, gue beneran khawatir ikut mikirin elu, gue kan hapal banget sifat elu kalau sudah cinta sulit banget berpaling.” Jessy membongkar rahasia. Alma mendelik.” Lu jangan suka bongkar rahasia temen dong. Jangan julid gitu.” Jessy ngakak disebut julid sama Alma. “Biar julid pokoknya gue saat ini ikut bahagia lu punya pasangan, lu ada temen curhat, karena kadang gue kan suka tugas ke luar kota, enggak bisa selalu nemenin elu.” Jessy mnyenggol bahu Alma dengan bahunya sambil ngedip. Mereka makan dengan hati yang sangat bahagia dengan penuh asa yang membuncah. Walaupun Alma belum mencintai Yuval dia akan berusaha untk belajar mencintainya. Yuval pun mengerti yang penting buat Yuval saat ini Alma menerima dulu. Itu sudah cukup. = = = Hari senin pagi Gama di drop ke café Alma’S, untuk berangkat ke kampus bareng Gani, dia bawa baju dan kebutuhan yang diperlukan untuk sehari. Dia seneng banget bisa ada kegiatan pulang kampus nggak dirumah bengong sendiri sampe kakaknya datang, kadang kakaknya pulangpun sampai larut, sekarang dia ada temen ngobrol Alma pulang pergi ikut Gani, mengerjakan tugas bareng, belajar bareng, menyenangkan sekali, mereka pun akhirnya seperti sodara. Hidup Gama semakin berwarna, dulu kakaknya pacaran hanya memikirkan pacarnya saja melupakan dia, tetapi sekarang dia ikut dilibatkan dalam hubungan mereka. Betapa merasa sempurna hidupnya. “Kak Alma, aku titip baju ganti ya sama peralatan mandi nih,” Gama nyimpan barang di sofa ruang tamu sambil menunggu Gani keluar kamar. “Wah keren pagi-pagi sudah datang, semangat banget nih.” “Iya dong kak, serasa baru mulai kembali hidup. Makasih ya Kak sudah menerima kakakku,” “Kakak juga seneng kok sekarang kakak punya temen, Gani pun jadi punya saudara lain. Gani keluar dari kamar. “Ayo sarapan dulu kalian sebelum berangkat ke kampus,” Alma sudah menyiapkan sarapan buat mereka. Gama bersemangat sambil sarapan dia cerita bagaimana hidupnya monoton, kakaknya yang pernah terpuruk, akhirnya dingin enggak memperhatikan adiknya lagi. Sekarang kakaknya terlihat mulai menikmati hidup lagi. Mulai tertawa dan becanda lagi. Beres sarapan, Gani dan Gama berangkat ke kampus, di kampus pun teman-temannya menyangka mereka pacaran karena kemana mana berdua, berangkat dan pulang berdua, bener-bener Gama dan Gani merasa beruntung menjadi punya teman berbagi. Mereka sepakat untuk tidak pacaran karena pacaran bisa putus tapi menjadi sodara lebih merasa nyaman mungkin bisa lebih langgeng.. Mereka dapat panggilan baru 2G. Tidak ada hal yang istimewa buat Alma sehari-hari dia mengerjakan tugas rutin. Menerima laporan dari semua pegawainya, tiap pagi sebelum buka selalu diadakan meeting harian, apa saja kejadian kemarin harus dilaporkan, begitupun untuk kedepan harus direncanakan dengan baik. Alma punya moto untuk pegawainya. Lambat bagus itu sudah biasa, cepat berantakan juga biasa, tapi cepat bener dan bagus itu yang luar biasa. Café biasanya rame siang hari dan sore hari nanti rame lagi setelah jam 7 malam sampai jam 10 an. Alma pernah ke Bandung ada café yang menyediakan sarapan pagi, begitu ramainya orang makan pagi, dia pun sedang menyusun baik buruk kuat nggaknya kondisi kalau buka dari pagi dan sampai malam dijadikan kerja 3 shift, dia ingin mengajak Yuval, Gama dan Gani ke Café itu. Menurutnya sangat menarik. “Hai kak Alma, tugasku apa ya kak?” Gama to the point bertanya ketika baru sampai café. “Kalian makan dan istirahat dulu bentar baru kita obrolkan, posisi apa sekiranya yang pas buat Gama.” Karena jurusannya sama dengan Gani, bisnis administrasi. Tapi tetep kerjaan harus digilir biar memahami semuanya, siapa tahu bisa buka cabang lagi. Gama bisa pegang kedepannya. Yuval merasa beruntung dapatin Alma, bergitu membawa aura positif pada kehidupan Gama yang cenderung manja. Dia merasa tentram kerja enggak diganggu Gama yang minta diantar sana sini. Juga merasa tenang enggak khawatir lagi Gama main kemana sama siapa setiap saat harus menanyakan kegiatan Gama. Terkadang kita mendapat kebahagiaan diatas penderitaan orang lain seperti karena putusnya Alma dengan Jearau, akhirnya Yuval mendapatkan Alma. “Hidup memang penuh misteri.” Gumam Yuval, yang sebenarnya ketika ketemu pertama kali dengan Alma di rumah sakit sudah merasa tertarik tetapi tidak ada jalan untuk mendekatinya. Makanya saat itu Yuval memberikan kartu nama pada Alma siapa tahu Alma menghubunginya Dewi Amour sedang berbaik hati kepadanya dipertemukan lagi melalui adiknya. “Gani, gimana kalau Sabtu pagi kita ke Bandung. Disana ada café yang buka dari jam 6 pagi, kakak pernah ke sana rame sekali, siapa tau bisa diterapkan disini, kita survey dulu ke sana.” ***TBC ****Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN