“Aku egois? Ya! Kau benar, aku sangat egois dan tidak berperasaan. Aku sampai bisa mendengar keluhan dalam ketidaksadaran mu. Kau tahu apa penyebabnya? Itu karena kau sudah menyatu dalam jiwa dan ragaku. Kau segalanya bagiku.” Jack terus meracau tidak jelas, sambil menciumi tangan mungil milik Helena. Namun, tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh suara dering ponsel yang ada dalam saku celananya. Jack mendengus dengan kesal, saat melihat anak buahnya yang memanggil. Ia punya firasat buruk mengenai penyelendupan senjata yang ia dapatkan dari Yakuza. “Cepat katakan!” ucap Jack dengan nada perintah. “Bos, Tuan Andreas sudah menemukan keberadaan senjata yang kita selundupkan. Mata-mata kita mengabarkan, jika tuan Andreas akan datang ke sini pada waktu dini hari.” Jack menggeram saat mendengar l

