Stela menatap Lana seolah siap menusuk. Di matanya ada bilah yang menyorot berkilat. “Deal atau batalkan kesepakatan ini. The decision is yours, Stela.” “Sampaikan pada Martha, saya nggak akan jatuh ke jebakan receh ini.” “Oh, jadi kamu pilih melarat?” Lana melipat lengan, tersenyum. “Ya, silakan runtuhkan sekarang kalau bisa. Kita lihat gimana reaksi Darrel melihat saya diancam.” “Kenapa Darrel harus peduli sama kamu?” “Karena dia ayah yang sebenarnya dari janin ini, kamu tahu? Darrel telah lama berselingkuh dari kamu.” ucap Stela seraya mengangkat dagu, merasa menang. “Bagaimanapun, dia yang harus bertanggungjawab.” “Oh, wow,” Lana justru terkekeh. “Terimakasih sudah jujur. Sekarang coba kamu telepon Darrel—kita dengar gimana reaksinya.” Kini Stela tak menjawab. Tatapan nanarny

