Lalat Hijau.

1097 Kata

Valdo mengusap tengkuk Lana yang menegang. Ia tahan wanita itu untuk tak menjauh. "Lo free, nggak, malam ini? Kos gue lagi koso—" Drrt... Dering ponsel menggetar meja. Lana sabet ponselnya cepat dan menggeser tombol hijau, "Halo? Oh maaf, saya lupa. Saya kirimkan sebentar lagi." Ia melesat meninggalkan Valdo yang kebingungan. Jantung Lana berdebur macam ombak yang memecah terumbu. Di tepi railing, ia dapati Nilam yang juga menelpon. Mereka bertatapan sekilas sebelum Lana membelakanginya. "Halo, Lana?" "Maaf, maaf, saya tadi panik." "Ini saya, sayang." Lana merasa bodoh tak mengecek si penelpon. Dingin merayap ke kulitnya saat membaca nama Althaf. "Oh, P-pak Althaf..." "Kamu nggak apa-apa di sana?" "Ya, eum..., sedikit masalah, tapi sekarang nggak apa-apa." napas wanita itu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN