Terlambat Membaca

1119 Kata

(sudut Pandang Revan ? Kota ini sudah jauh tertinggal di belakang. Tapi anehnya, langkahku masih sering kembali ke sini—setidaknya dalam pikiran. Setiap jalan yang kulewati hari ini seakan memantulkan bayangan masa lalu. Gedung-gedung tua yang dulu hanya jadi latar pertemuan kami, kini terasa seperti saksi bisu dari hal-hal yang tak pernah sempat diselesaikan. Angin musim semi di kota ini terasa sama seperti dulu. Hangat, tapi mengandung luka yang menggantung. Sudah hampir dua tahun sejak aku pindah. Tapi sore ini, entah kenapa aku terdorong membuka koper lama yang selama ini kubiarkan tertutup, tersembunyi di sudut lemari. Mungkin aku hanya ingin membersihkan. Mungkin aku sebenarnya ingin membuka lebih dari sekadar koper—mungkin ingin membuka lembaran yang terlalu lama kutinggalkan dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN