Yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang

1050 Kata

Hidupku baik-baik saja sekarang. Setidaknya, begitulah orang-orang melihatnya dari luar. Aku bangun pagi dengan semangat, mengajar seperti biasa, pulang dengan rutinitas yang rapi. Di hari libur, aku sesekali pergi dengan teman, nonton film, mencoba tempat makan baru. Senyumku tak dibuat-buat, tawaku tulus—karena aku sudah belajar: bahwa bahagia tidak harus selalu berarti tak pernah terluka. Aku baik-baik saja. Tapi malam adalah hal yang berbeda. Karena di malam hari, tidak ada yang melihat. Dan pada saat itu, pikiranku punya ruang seluas-luasnya untuk menyingkap hal-hal yang selama ini kubungkus rapat. Seperti malam ini. Saat hujan turun tanpa aba-aba, dan suara rintiknya membawaku kembali ke satu malam di masa lalu. Malam ketika aku dan Revan berteduh di halte kecil, basah kuyup k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN