Menerima yang Tidak Bisa Diubah

1106 Kata

Pagi ini aku bangun lebih awal. Langit masih berkabut tipis, dan matahari belum naik sempurna, tapi entah mengapa… hatiku terasa lebih ringan. Bukan karena luka itu sembuh. Tapi karena untuk pertama kalinya, aku tidak lagi melawannya. Mungkin memang begitu cara luka bekerja. Ia tak pernah benar-benar hilang, tapi kita belajar berjalan berdampingan dengannya. Tanpa dendam. Tanpa kepahitan. 📎 Aku berdiri di depan kaca, merapikan kerudung perlahan. Wajahku masih lelah, mata masih menyimpan bekas air mata dari malam-malam panjang. Tapi ada sesuatu yang berbeda dalam pantulan itu—seseorang yang akhirnya bisa menerima bahwa tidak semua hal dalam hidup harus dikembalikan seperti semula agar bisa dimaafkan. Aku menyentuh pipiku. Lembut. Pelan. Seperti sedang menyentuh masa lalu yang dulu begit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN