Pukul 07.00 pagi — Rumah Jahan Udara dingin pagi masih membalut rumah mewah keluarga Jahan. Rumah itu terlihat tenang, namun ada satu jiwa yang gelisah. Rurayya melangkah perlahan keluar dari kamarnya. Ia sudah berpakaian rapi sejak subuh—kemeja gading, celana army, dan kerudung senada yang ia kenakan rapi seperti hari-hari saat ia masih aktif bekerja sebagai jurnalis. Di tangan kanannya sebuah koper kecil, dan di pundaknya tergantung tas selempang berisi dokumen penting, ponsel, serta dompet. Hatinya berdebar cepat. Hari ini, ia pergi. Bukan lagi dalam rencana atau angan—tapi langkah nyata. Ia melirik sekeliling koridor lantai dua. Beberapa pintu pelayan tertutup. Madiev belum bangun. David masih di kamar kerja lantai bawah setelah semalaman tidak kembali ke kamar. Kesempatan ini haru

