Ngidam

1039 Kata

Liburan pun usai, minggu sore David memutuskan untuk pulang kerumah karena senin pagi ia akan kembali bekerja. Mobil melaju perlahan menyusuri jalan-jalan Bandung yang basah sisa gerimis tadi siang. Kabut tipis menggantung di sela pepohonan, menambah kesan melankolis di antara suasana yang sejak makan malam kemarin terasa kembali membeku. Rurayya diam, menatap kosong ke luar jendela. Di kaca jendela mobil, pantulan wajahnya tampak sendu, dan matanya terus menatap jalanan tanpa sungguh-sungguh melihat. Sesekali ia menarik napas pelan, seolah sedang menimbang sesuatu yang ingin diucapkan agar tak hening. Sesekali ia melirik Madiev yang sedang tidur di kursi belakang, lalu ia menghela nafasnya lagi. Tiba-tiba, tubuh Rurayya menegang. Matanya menangkap sesuatu di pinggir jalan. “Boleh berh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN