“Hmmmm, boleh saya ngobrol empat mata dengan Hana sebentar?” pinta Maryam. Empat pasang mata lainnya saling memandang. “Baik.” Aryan gegas menuntun Humaira keluar. Begitupula Vito dan Laila yang mengikuti jejak mereka. Setelah hanya tinggal berdua, Maryam menembaki Hana dengan berbagai pertanyaan. “Apa yang sebenarnya terjadi?” “Mereka itu siapa?” “Kenapa kamu sangat dekat dengan mereka?” “Apa hubungan kamu sama Humaira?” “Dan juga apa hubungan kamu sama ayah Humaira?” “Mungkinkah pria itu yang—” Pikiran Maryam tertuju pada foto-foto yang pernah Axel tunjukkan. Disaat berikutnya, ia menutup mulut dengan kedua telapak tangan. Benar! Postur tubuh Humaira dan Aryan terlihat mirip dengan apa yang Maryam lihat saat itu. “Bunda ….” Hana menyelak ucapan Maryam. Meski berbagai pert

