Kedekatan Yang Terjalin

1392 Kata

Working Space, Paviliun Melati. “Halo, apa kabar, Tuan Aryan?” “Halo, baik. Bagaimana dengan Anda, Tuan Sadewa?” “Cukup baik.” Aryan mempersilahkan sang partner duduk di hadapannya. Kala itu, raut wajah Aryan masih terlihat sangat datar, sebab tak fokus. Ia terus menerus memikirkan kondisi Hana. Beberapa detik kemudian, rekan bisnisnya melontarkan pertanyaan yang membuatnya semakin bingung menjawab. “Maaf, apa ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga Anda, Tuan?” tanya pria berwajah tegas itu. “Ya?” “Pertemuan tiba-tiba dilakukan disini … karena sesuatu yang urgent ‘kan?” Sadewa tersenyum membuat Aryan jadi serba salah. “Oh itu karena ….” Aryan menggantungkan ucapan lalu memandang Vito kebingungan. “Seseorang yang cukup berarti dalam hidup saya, lagi kena musibah.” Sungguh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN