Iris mata tengah memandang lekat ke arah wanita yang berbaring lemah di atas ranjang. Kesibukan yang harus dijalani hari itu seolah tertelan oleh rasa cemas di hatinya. Aryan sama sekali tak berniat meninggalkan wanita itu walau sebentar saja. ‘Saya janji akan balas semua perbuatan Axel ke kamu, Hana. Lelaki itu akan merasakan apa yang kamu rasakan saat ini!’ Setelah lama memandang, Aryan melihat gerakan pelan di kelopak mata sang wanita. Hana terlihat gelisah dalam tidurnya. Disaat yang sama, kening mulai mengkerut dibersamai peluh bercucuran dari pelipisnya. ‘Kamu mimpi apa, Hana?’ Aryan beranjak dari duduk lalu menopang tubuh dengan kedua tangan di sisi ranjang. Tubuhnya mencondong memperhatikan dari jarak yang begitu dekat. “Ibu, Ayah … tolong jangan pergi!” Air mata tanpa sad

