Maryam dalam perjalanan menuju kediaman Dewadaru. Pasalnya, wajah wanita itu jadi terlihat harap-harap cemas ketika mengetahui Hana tak lagi bekerja di yayasan sekolah taman kanak-kanak. “Maaf, Bu Maryam. Sudah tiga hari ini Hana dipindah tugaskan.” “Pindah tugas? Kemana, ya?” “Maaf, Bu. Saya juga kurang tahu.” Sekelebat ingatan memenuhi ruang otak Maryam. Terlebih, malam itu Hana sulit di hubungi. Pun, ia tak tahu kelanjutan tentang apa yang dituduhkan Axel terhadapnya. Beberapa kali Maryam menelpon namun panggilan terus dialihkan. Hingga taksi yang membawanya tiba di kediaman tersebut. Bel ditekan tiga kali. “Assalamualaikum. Sovia … Hana ….” Tuk! Tuk! Tuk! “...” Tak ada jawaban. Maryam terus mengetuk pintu dengan tidak sabaran. Hingga lima menit berlalu, Maryam hampir menyerah

