“Bundaaaaaa!” Seketika Humaira berhambur ke dalam pelukan Hana yang gegas berlutut. “Hap! Ketangkap,” ucap Hana sambil terkekeh pelan. Memandang kedekatan Humaira dan Hana membuat hati Habibah menghangat. Senyum yang tampak di wajah wanita berhijab itu pun berbeda seperti sedia kala. Jika beberapa waktu lalu Habibah memandang wajah penuh duka, kini ia melihat raut suka cita. Tak lama kemudian suara salam memecah kebersamaan. “Assalamualaikum. Humaira, Ayah pulang!” Aryan melangkah menuju kamar sang buah hati tanpa tahu bahwa mereka tengah kedatangan tamu. Aryan yang tertunduk lesu, seketika terkejut saat melihat sosok yang begitu ia rindu. “Ha-hana?” Dalam posisi tengah berlutut, Hana lantas bangkit dan menoleh ke sumber suara. Untuk beberapa menit tak ada sahutan. Hana dan Ary

