Bahagia Diatas Luka

1410 Kata

Kantor Dewadaru. Axel memasuki ruang kantornya dengan wajah mengeras, sementara Ivan yang tak tahu duduk perkaranya hanya bisa mengekori dengan perasaan cemas. ‘Ada apa, ya?’ Axel tiba di meja kebesarannya. Dan setelah berdiri cukup lama disana, Ivan memandang dengan curiga. ‘Perasaan gue ga enak nih!’ Benar saja! Tak lama kemudian, Axel memekik sambil menyingkirkan dengan kasar semua yang ada di atas meja. “BRENGSEEK!” PRANG!!! Ivan terpejam seraya bergeming. Ia tak tahu harus berbuat apa ketika sang atasan tengah dirundung emosi. “Lo ga boleh bahagia, Hana! Lo itu cuma anak kampung yang naik derajat karena keluarga gue! Ga seharusnya lo ada di posisi itu!” Entah mengapa Axel tak terima ketika Hana begitu dekat dengan keluarga Kartawijaya. Tiba-tiba emosinya tak bisa terk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN