Kamu Tidak Sendiri

1323 Kata

“Bagaimanapun, saya ga akan pernah bisa bahagia diatas luka ini.” Hana tersenyum getir karena merasa tak pantas atas kebahagiaan yang didapatkan di dunia ini. Kesendiriannya selama berpuluh tahun–tanpa adanya ayah dan ibu, cukup membuat Hana tahu diri. Luka atas kepergian kedua orang tua ditambah tidak diperlakukan dengan baik oleh keluarga suaminya, membuat Hana cukup menelan derita. Ia tak ingin lagi berharap pada manusia. Bagaimanapun, pada akhirnya ia hanya akan kecewa. “Kamu ga sendiri, Hana.” Aryan memandang tanpa berkedip sekalipun. “Setiap manusia pantas buat bahagia.” Hana membalas tatapan itu dengan beribu tanda tanya. Mengapa Aryan begitu lembut memperlakukannya? Dan segala hal yang terucap dari bibirnya, bagaikan obat yang bisa menyembuhkan luka di hati. Hana kini merutu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN