Aryan memandang pintu dengan pandangan kosong. Tak lama kemudian, Vito datang menghampiri. “Ada apa, Tuan?” “...” Tak perlu dijawab pun mungkin Vito sudah bisa menebak apa yang dipikirkan pria itu. “Om, kenapa Bunda Hana tiba-tiba pergi, ya?” tanya Humaira sedikit bingung. “Oh, itu ….” Vito menatap wajah Aryan yang bergeming. “Nona, kita main sama Tante Monika, yuk!” Vito melambaikan tangan ke arahnya. Mengerti apa maksud pria itu, Humaira turun dari pangkuan sang ayah, lalu mengikis jarak dengan Vito. Pria itu langsung menuntun Humaira begitu mendekat, kemudian mengajaknya ke workstation Monika. “Monika, tolong temani Humaira sebentar, ya.” Monika yang tengah berjibaku di depan laptop, lantas mendongak. “Oh, baik, Pak.” Humaira melepas genggaman tangan Vito. “Sini, Saya

