Pintu kamar terbuka perlahan, menampilkan seorang pria melangkah masuk. Sosok tinggi dengan wajah tegas disertai sorot mata yang tajam. Dia berdiri di ambang pintu, menyapu pandangannya ke seluruh ruangan, hingga tatapannya terhenti pada Nadine yang berdiri mematung dengan Rallin berdiri di sampingnya. Nadine menatap pria itu dengan bingung, lalu menoleh ke arah Rallin menuntut penjelasan. "Dokter Alex? Ngapain bawa dia ke sini, Lin?" Rallin tersenyum tipis, menatap sahabatnya dengan penuh keyakinan. "Karena sekarang dia jadi partner kita." Dahi Nadine berkerut karena masih belum memahami situasi. "Partner? Maksudnya?" Alex melangkah mendekati Nadine. "Aku di sini untuk membantumu, Nona Nadine," ucapnya tenang dengan penuh ketegasan. Nadine mengernyit, semakin tak mengerti apa yang di

