Bab 18. Syarat dari Pratama.

1372 Kata

"Ini rumah siapa?" tanya Aira seraya memandang takjub bangunan megah di depannya. Sebuah rumah mewah di salah satu kompleks perumahan elit bergaya eropa klasik. Seumur-umur, baru kali ini dia menginjakkan kaki di rumah bak istana itu. Adrian hanya mengulas senyum melihat kekaguman istrinya. Dia meraih tangan wanita itu untuk digenggamnya erat, lalu melangkah bersama memasuki rumah tersebut. "Kakek sudah pulang dari perjalanan bisnisnya. Ini waktu yang tepat untuk memberitahukan kehamilanmu." Aira seketika mengalihkan tatapan pada sang suami, binar kekaguman yang terpancar di matanya berubah menjadi sorot penuh keraguan. "Tuan saja yang masuk ... saya gak siap ketemu tuan besar." Wanita itu hendak melepas tautan tangan Adrian. Namun, Adrian segera mencegahnya. Dia menghela napas panj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN