Bab 36 : Bom Pramana

1007 Kata

"Kemenangan bukanlah hasil dari palu yang diketuk, melainkan hasil dari seberapa banyak kebohongan yang berhasil kau telanjangi sebelum palu itu menyentuh meja." - Ghea Gemalia Saputri  Pagi di Wonosobo, ruang sidang Praperadilan dipenuhi Jaksa, pengacara, dan wartawan yang penasaran. Gugatan yang diajukan Otto Simanjuntak bukan hanya menyerang prosedur penyidikan kasus pencabulan dan percobaan pembunuhan anak, tetapi secara terang-terangan menargetkan Kajari Ghea Gemalia Saputri. Ghea duduk di kursi termohon (Kejaksaan Negeri Wonosobo), mengenakan seragam dinas cokelat yang berwibawa. Wajahnya tenang, tetapi di balik kacamata, matanya memancarkan perhitungan yang dingin. Di barisan belakang, Fatma, si Petugas Arsip, duduk sebagai satu-satunya saksi pendukung Ghea. Sidang dimulai. Ot

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN