"Keadilan sejati hadir ketika hak setiap orang dihormati tanpa memandang siapa dia." - Mahardika Matahari Saputra Kembali ke Wonosobo, saat malam telah berpelukan dengan gelap dan hawa dingin yang membuat bulu kuduk menengang, Ghea gelisah. Ia tidak bisa menghubungi Mahardika sejak siang. Ia tahu Mahardika dalam bahaya. Tiba-tiba, Fatma, si Petugas Arsip, masuk ke ruang kerja Ghea. Wajahnya pucat pasi. "Bu Kajari, saya menemukan sesuatu yang mengerikan. Saya baru saja melacak rekening offshore yang terhubung dengan buku rekening bank Swiss yang Bapak Mahardika temukan..." Fatma gemetar. "Ya? Apa yang kamu temukan, Fatma?" Ghea mendesak. "Rekening itu... dia mencantumkan tiga nama sebagai pemilik bersama. Karina Danastri. Mantan Kajati Jawa Kalimantan Barat. Dan... Jampidsus Darmawan."

