Bab 35 : Air Mata Sang Jaksa

1509 Kata

"Kebenaran bukanlah apa yang kamu lihat di lensa, melainkan apa yang kamu cari di balik frame. Dan kerinduan bukanlah kelemahan, melainkan ukuran seberapa besar hatimu terancam hilang." — Ghea Gemalia Saputri  Wonosobo terasa seperti medan perang yang beku. Udara dingin pegunungan hanya menambah ketegangan yang menyelimuti Kejaksaan Negeri. Gugatan Praperadilan dari Otto Simanjuntak adalah serangan frontal yang tidak memberi Ghea celah untuk bernapas. Ghea, mengenakan seragam dinasnya, berdiri di kantornya. Ia tidak tidur. Matanya memerah, tetapi tekadnya membaja. Di depannya, ada Aliando dan Fatma. "Ali, Praperadilan ini bukan hanya tentang membatalkan penetapan tersangka kasus ayah b***t itu," Ghea memulai, suaranya kering namun stabil. "Ini tentang menghancurkan kredibilitas kita.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN