"Jika cinta adalah kelemahan, maka ia adalah kelemahan paling strategis. Sebab, kamu berjuang bukan hanya untuk kebenaran, tetapi untuk rumah tempat kamu ingin kembali." — Ghea Gemalia Saputri Mahardika, sang jurnalis, tidak lagi peduli pada waktu, hanya pada kecepatan. Ia mengubah tiket pesawat Kupang-Semarang menjadi Kupang-Bandung, penerbangan yang tidak lazim bagi jurnalis yang meliput kasus di Jawa Tengah. Keacakan perjalanannya adalah lapisan perlindungan pertamanya. Udara dingin Bandung langsung menusuk pori-pori kulitnya, kontras dengan panasnya Nusa Tenggara Timur. Mahardika tiba menjelang subuh, bergerak cepat seperti bayangan. Ia tahu, Otto Simanjuntak dan Kurator-nya akan memantau penerbangan domestik ke Jakarta atau Semarang. Bandung, tempat Mantan Wakil Jaksa Agung sekel

