Kamu Guru?

1220 Kata

“Tolong ya, Mas. Sekali ini saja, deh. Aku betul-betul repot karena Zizah demam. Barusan pagi ini panasnya,” pinta Miya di telepon. “Hemmm. Iya, deh. Nanti Atha biar aku yang jemput. Langsung kuantar ke rumahmu, kan?” jawab Fadhil. “Iya, aku ada di rumah, kok. Barusan pulang dari klinik buat memeriksakan Zizah,” sahut Miya. “Okelah. Jam berapa aku harus jemput Atha?” tanya Fadhil. “Sebelum jam sepuluh sudah berangkat ya, Mas. Takutnya di jalanan macet. Jangan sampai Atha menunggu di sekolah. Dia bisa ngambek dan nggak enak juga sama gurunya,” pesan Miya. “Oke. Oke. Nanti aku ke sana. Sudah, ya,” Fadhil menyahut cepat. Sambungan telepon diputuskan oleh Fadhil lebih dulu. “Kamu mau pergi, Fad?” tanya Dani yang tengah sibuk menyunting video di komputer. Sedari pukul tujuh pagi ia sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN