Kirani baru pulang dari rumah Bu Dibyo. Wajahnya berseri-seri dan senyum tersungging di bibirnya. “Assalamu’alaikum,” kata Kirani saat memasuki rumah. “Wa’alaikumussalam,” jawab Marni yang sedang berada di dapur. Kirani yang mendengar suara ibunya berasal dari dapur, langsung berjalan menghampiri ke sana. “Ibu sedang masak apa?” tanya Kirani ketika berada di ambang pintu dapur. “Menggoreng kerupuk. Persediaan camilan Ibu buat teman nonton sudah habis,” jawab Marni tanpa menolehkan kepala. Siapapun yang pernah menggoreng kerupuk pasti tahu, kerupuk yang cepat mengembang terkena minyak panas tidak bisa diabaikan barang sedetik. Sekali kepala meleng, kerupuk bakal gosong. Kirani mendekati Marni, lalu mencomot satu kerupuk udang yang berada di dalam stoples besar yang menjadi wadah ker

