Menakar Rasa

1183 Kata

“Aku hanya bercanda, Ki. Kamu kaget betulan, ya?” Dani berkata setelah tawanya usai. “Ya ampun, Mas. Sampai jantungku rasanya mau copot,” desah Kirani seraya meletakkan tangannya di dekat jantung. “Maafkanlah. Memang aku salah. Perasaan tidak layak untuk dijadikan mainan. Makanya aku langsung mengaku kalau sedang bercanda.” Dani tersenyum. Senyum itu terlihat tulus di mata Kirani. Ya, selama berteman dengan Dani belum pernah Kirani merasakan kelicikan maupun niat jahat dari gerak-gerik Dani. Kirani percaya bahwa Dani orang yang baik. “Sebetulnya kita ini sama, Ki. Sedang jomblo dan tengah menanti datangnya tambatan hati.” Dani mendadak curhat. Kirani memandang Dani dengan tatapan yang lain. Dani tak berbeda dengan lajang lainnya, ia juga lelaki dewasa yang memerlukan pasangan hidup.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN