POV Nadira
, , , ,. , ,,
happy reading
, , , , , , , ,
ku lihat jam di samping tempat tidur menunjukan jam 09:00
" haahhh ternyata sudah sesiang ini , " ucapku dengan kaget ..
ku lihat seluruh tvbuhku di tutupi selimut ,dan tidak memakai apapun , kulihat di bawah lantai, pakaianku dan pakaian Robin yang berserakan ,
( haahhh , ternyata aku gak mimpi ,
aku dan robiinnnn , , , , ,, ) uuhhhh aku senyum senyum sendiri membayangkan apa yang robin lakukan terhadapku semalaman penuh ,
ku lihat Robin di samping ku yang sedang tertidur pulas , wajahnya seperti sangat lelah , dengan rambut yang berantakan ,
ku bayangkan yang terjadi semalam , saat tanganku menyentuh perutnya yang kotak kotak dan kencang ,
tubuhku bergidik membayangkannya ,
ah dasar aku, bangun tidur sudah membayangkan yang tidak tidak hahahaha
" ku ambil bajuku dan aku pun bergegas menuju kamar mandi , ku rasakan tetesan air yang membasahi tubuhku, sambil ku ingat kejadian semalam ,
" apakah ini yang di namakan malam pertama "
aku termenung sejenak , bukankah waktu malam itu di mana aku tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol , aku dan Robin sudah pernah melakukannya tapi kenapa semalam rasanya masih sakit dan perih ya , , , ,apa memang seperti itu ya rasanya jika baru ke dua kalinya ,
ah ya sudahlah , aku pun meneruskan mandi pagiku dengan perasaan sangat bahagia ,
setelah selesai mandi dan berganti pakaian , ku lihat Robin masih terlelap tidur ,
aku biarkan Robin tidur dan tidak membangunkannya ,
akupun bergegas turun ke dapur membuatkan sarapan untuk robin ,
setelah semua siap ku sajikan di atas meja makan , tiba tiba Robin memelukku dari belakang,
" kenapa gak bangunin aku " ucapnya dengan suara yang manja
hihihi hihihi jadi geli aku denger Robin seperti itu, biasanya kan kaya es batu dingin dan keras
" aku gak tega liatnya , sepertinya sangat lelah "
aku tersenyum sedikit
" karena kamu ?
aku menoleh ke arahnya ,
" ko karena aku ???
" gak usah protes !!! emang karena kamu !!!
Robin melingkarkan kedua tangannya di leherku dan menempelkan keningnya di keningku ,
" ko jadi aku yang di salahin "
" karena kamu bikin aku gak bisa berhenti " Robin membisikannya ke telingaku dengan nada menggodaku
mukaku langsung memerah mendengar itu
" i love you " Robin mengatakan kata itu sambil terus menatapku ,
aku bingung harus jawab atau tidak
tapi yang pasti wajahku semakin memerah karena ulah Robin
Robin memegang tanganku , dan meyakinkan ku bahwa robin saat ini sudah menjadi milikku ,
aaahhh bahagianya aku ,. , ,,
" sarapan !!!! jawabku
" apa !!!! ekspresi Robin menjadi kesal
" kita sarapan dulu , ini udah aku siapkan " cepat cepat aku menyiapkan piring Robin
( maaf sayang , dari pada aku pingsan karena rasa bahagia yang terhingga ini lebih baik aku alihkan saja pembicaraan kita ,)
aku hanya tersenyum melihat ekspresi Robin
hahahhaha , , , , ,
setelah selesai sarapan , aku meneruskan bersih bersih rumah ,
" sayang , aku Carikan art untuk mengerjakan pekerjaan rumah " Robin sambil memainkan handphone nya
" gak usah pak , aku sudah terbiasa mengerjakan ini, lagian aku risi jika ada orang lain di rumah ini, "
" apa tadi kamu panggil aku ??, pak ?? !!!
mulai hari ini aku gak mau kamu panggil aku pak , "
" hmmmmmm , lalu aku harus panggil apa ??
Robin mendekatiku dan berbisik ke padaku
" sayang " lalu Robin pergi meninggalkanku
aku hanya terdiam dan senyum senyum sendiri
kulihat Robin sedang memainkan laptopnya dengan fokus
ku buatkan kopi hitam dengan sedikit creamer untuk menemani Robin ,
lalu ku lanjutkan beres beres rumah , dan yang terakhir kamar ,
aku memindahkan perlengkapan ku ke kamar Robin ,
ku bereskan tempat tidur yang berantakan tak berbentuk ,
ku tarik spray yang semalam kita pakai untuk aku cuci ,
saat ku lihat ternyata ada noda merah di spray itu
aku langsung seraching di handphone apakah melakukan hubungan itu ke dua kalinya masih mengeluarkan darah , k*****a sampai selesai dan aku pun sambil konsultasi dengan aplikasi dokter online ,
di jelaskan bahwa selaput darah yang robek hanya terjadi satu kali , tapi kenapa semalam aku masih merasakan sakit , dan noda ini , kenapa masih ada noda darah ini ,
seharusnya sudah tidak mengeluarkan darah karena ini bukan untuk yang pertama kalinya ,
apa jangan jangan Robin ........ ?
banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan kepda Robin ,
lalu Robin tiba tiba masuk dan mendekatiku, Robin mencium pipiku ,
tapi aku hanya terdiam sambil memegangi spray yang ada noda merahnya ,
" kenapa sayang, ko kamu diam "
" bukan kah waktu malam itu kamu melakukannya dengan ku, dan aku lihat di spray nya pun ada noda merah , tapi kenapa semalam aku masih merasakan sakit dan peris , dan ini ( aku sambil menunjukan spray yang bernoda ) , masih ada noda merah , selaput darahku masih utuh saat melakukannya semalam selaput darahku robek , apa mungkin bisa dua kali "
ku lihat raut wajah Robin menjadi pucat ,
Robin tak berkata apapun , Robin hanya tediam
" jawab mas , waktu malam itu sebenarnya kita melakukannya atau tidak " ???
tapi Robin hanya mematung diam
" maaaassss " aku sedikit berteriak
" tidak , kita tidak pernah melakukannya selain semalam "
haaahh, aku terheran mendengar jawaban Robin ,
" maksudnya ???? aku masih tidak mengerti mas "
" kamu tenang dulu , biar aku jelaskan "
Robin menarik tanganku dan mencoba menenangkanku,
" jelasin mas , "
" iya ini aku mau jelasin , kamu tenang dulu sayang "
" jelasin maaass "
" aku jelasin , tapi kamu tenang dulu "
" malam itu aku lihat kamu di kerjai teman teman kamu , termasuk Andin , dia yang mendalangi semuanya , aku lihat kamu sepertinya tidak pernah meminum minuman yang beralkohol , kamu mabuk tidak sadarkan diri di tengah tengah mereka ,
dan mereka semua menertawakanmu ,
aku langsung membawamu pergi dari pesta malam itu, karena aku tidak tahu alamat mu jadi aku putuskan untuk membawamu ke apartemen ku , "
" lalu kenapa pagi itu aku tidak memakai pakaian apapun dan noda merah di spray itu ?????
" malam itu aku tidak melakukan apapun kepada mu , aku hanya berpura pura melakukannya , pakaianmu di lepaskan oleh staff hotel perempuan yang aku suruh ,
dan noda yang di spray yang kamu lihat itu hanya pewarna makanan , " penjelasan Robin membuatku semakin kesal
" lalu , kenapa kamu berbohong seperti itu, dan memaksaku menikah denganmu "
" aku terpaksa membohongimu karena aku terdesak oleh keluargaku yang mengharuskan aku menikah sebelum umurku genap 30 thn , atau perusahaan akan di alihkan atas nama raya adikku "
" haaahhhh , jadi kamu menikahiku demi perusahaan agar tidak jatuh di tangan adik kamu sendiri, kamu egois " ku naik kan nada bicaraku karena kesal mendengar kenyataan bahwa Robin menikahiku karena perusahaan
" bukan seperti itu, oke aku minta maaf , tapi pada kenyataanya aku benar benar mencintaimu , dan benar benar menginginkanmu menjadi istriku , terlebih lagi ternyata orang tua kita saling mengenal bahkan sahabat lama yang akan menjodohkan kita berdua "
aku langsung pergi meninggalkan Robin , aku masuk ke kamar ku dan ku kunci kamarku
saat ini perasaanku hancur karena Robin orang yg aku idolakan dan aku sukai dari dulu membohongiku demi kepentingannya , demi perusahaannya ,
dan aku hanya di jadikannya alat untuk tetap mendapatkan hak waris perusahaannya ,
" tok tok tok , sayang , please jangan seperti ini, maaf kan aku "
aku tidak menjawab apapun , aku hanya diam tak menggubris Robin yang memohon kepadaku ,
tetesan air mata yang menemaniku saat ini ,
aku tidak menyangka Robin melakukan ini semua demi kepentingannya , sangat egois !!!!!