Nadira Marah

1316 Kata
POV Nadira , , , ,. , ,, happy reading , , , , , , , , ku lihat jam di samping tempat tidur menunjukan jam 09:00 " haahhh ternyata sudah sesiang ini , " ucapku dengan kaget .. ku lihat seluruh tvbuhku di tutupi selimut ,dan tidak memakai apapun , kulihat di bawah lantai, pakaianku dan pakaian Robin yang berserakan , ( haahhh , ternyata aku gak mimpi , aku dan robiinnnn , , , , ,, ) uuhhhh aku senyum senyum sendiri membayangkan apa yang robin lakukan terhadapku semalaman penuh , ku lihat Robin di samping ku yang sedang tertidur pulas , wajahnya seperti sangat lelah , dengan rambut yang berantakan , ku bayangkan yang terjadi semalam , saat tanganku menyentuh perutnya yang kotak kotak dan kencang , tubuhku bergidik membayangkannya , ah dasar aku, bangun tidur sudah membayangkan yang tidak tidak hahahaha " ku ambil bajuku dan aku pun bergegas menuju kamar mandi , ku rasakan tetesan air yang membasahi tubuhku, sambil ku ingat kejadian semalam , " apakah ini yang di namakan malam pertama " aku termenung sejenak , bukankah waktu malam itu di mana aku tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol , aku dan Robin sudah pernah melakukannya tapi kenapa semalam rasanya masih sakit dan perih ya , , , ,apa memang seperti itu ya rasanya jika baru ke dua kalinya , ah ya sudahlah , aku pun meneruskan mandi pagiku dengan perasaan sangat bahagia , setelah selesai mandi dan berganti pakaian , ku lihat Robin masih terlelap tidur , aku biarkan Robin tidur dan tidak membangunkannya , akupun bergegas turun ke dapur membuatkan sarapan untuk robin , setelah semua siap ku sajikan di atas meja makan , tiba tiba Robin memelukku dari belakang, " kenapa gak bangunin aku " ucapnya dengan suara yang manja hihihi hihihi jadi geli aku denger Robin seperti itu, biasanya kan kaya es batu dingin dan keras " aku gak tega liatnya , sepertinya sangat lelah " aku tersenyum sedikit " karena kamu ? aku menoleh ke arahnya , " ko karena aku ??? " gak usah protes !!! emang karena kamu !!! Robin melingkarkan kedua tangannya di leherku dan menempelkan keningnya di keningku , " ko jadi aku yang di salahin " " karena kamu bikin aku gak bisa berhenti " Robin membisikannya ke telingaku dengan nada menggodaku mukaku langsung memerah mendengar itu " i love you " Robin mengatakan kata itu sambil terus menatapku , aku bingung harus jawab atau tidak tapi yang pasti wajahku semakin memerah karena ulah Robin Robin memegang tanganku , dan meyakinkan ku bahwa robin saat ini sudah menjadi milikku , aaahhh bahagianya aku ,. , ,, " sarapan !!!! jawabku " apa !!!! ekspresi Robin menjadi kesal " kita sarapan dulu , ini udah aku siapkan " cepat cepat aku menyiapkan piring Robin ( maaf sayang , dari pada aku pingsan karena rasa bahagia yang terhingga ini lebih baik aku alihkan saja pembicaraan kita ,) aku hanya tersenyum melihat ekspresi Robin hahahhaha , , , , , setelah selesai sarapan , aku meneruskan bersih bersih rumah , " sayang , aku Carikan art untuk mengerjakan pekerjaan rumah " Robin sambil memainkan handphone nya " gak usah pak , aku sudah terbiasa mengerjakan ini, lagian aku risi jika ada orang lain di rumah ini, " " apa tadi kamu panggil aku ??, pak ?? !!! mulai hari ini aku gak mau kamu panggil aku pak , " " hmmmmmm , lalu aku harus panggil apa ?? Robin mendekatiku dan berbisik ke padaku " sayang " lalu Robin pergi meninggalkanku aku hanya terdiam dan senyum senyum sendiri kulihat Robin sedang memainkan laptopnya dengan fokus ku buatkan kopi hitam dengan sedikit creamer untuk menemani Robin , lalu ku lanjutkan beres beres rumah , dan yang terakhir kamar , aku memindahkan perlengkapan ku ke kamar Robin , ku bereskan tempat tidur yang berantakan tak berbentuk , ku tarik spray yang semalam kita pakai untuk aku cuci , saat ku lihat ternyata ada noda merah di spray itu aku langsung seraching di handphone apakah melakukan hubungan itu ke dua kalinya masih mengeluarkan darah , k*****a sampai selesai dan aku pun sambil konsultasi dengan aplikasi dokter online , di jelaskan bahwa selaput darah yang robek hanya terjadi satu kali , tapi kenapa semalam aku masih merasakan sakit , dan noda ini , kenapa masih ada noda darah ini , seharusnya sudah tidak mengeluarkan darah karena ini bukan untuk yang pertama kalinya , apa jangan jangan Robin ........ ? banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan kepda Robin , lalu Robin tiba tiba masuk dan mendekatiku, Robin mencium pipiku , tapi aku hanya terdiam sambil memegangi spray yang ada noda merahnya , " kenapa sayang, ko kamu diam " " bukan kah waktu malam itu kamu melakukannya dengan ku, dan aku lihat di spray nya pun ada noda merah , tapi kenapa semalam aku masih merasakan sakit dan peris , dan ini ( aku sambil menunjukan spray yang bernoda ) , masih ada noda merah , selaput darahku masih utuh saat melakukannya semalam selaput darahku robek , apa mungkin bisa dua kali " ku lihat raut wajah Robin menjadi pucat , Robin tak berkata apapun , Robin hanya tediam " jawab mas , waktu malam itu sebenarnya kita melakukannya atau tidak " ??? tapi Robin hanya mematung diam " maaaassss " aku sedikit berteriak " tidak , kita tidak pernah melakukannya selain semalam " haaahh, aku terheran mendengar jawaban Robin , " maksudnya ???? aku masih tidak mengerti mas " " kamu tenang dulu , biar aku jelaskan " Robin menarik tanganku dan mencoba menenangkanku, " jelasin mas , " " iya ini aku mau jelasin , kamu tenang dulu sayang " " jelasin maaass " " aku jelasin , tapi kamu tenang dulu " " malam itu aku lihat kamu di kerjai teman teman kamu , termasuk Andin , dia yang mendalangi semuanya , aku lihat kamu sepertinya tidak pernah meminum minuman yang beralkohol , kamu mabuk tidak sadarkan diri di tengah tengah mereka , dan mereka semua menertawakanmu , aku langsung membawamu pergi dari pesta malam itu, karena aku tidak tahu alamat mu jadi aku putuskan untuk membawamu ke apartemen ku , " " lalu kenapa pagi itu aku tidak memakai pakaian apapun dan noda merah di spray itu ????? " malam itu aku tidak melakukan apapun kepada mu , aku hanya berpura pura melakukannya , pakaianmu di lepaskan oleh staff hotel perempuan yang aku suruh , dan noda yang di spray yang kamu lihat itu hanya pewarna makanan , " penjelasan Robin membuatku semakin kesal " lalu , kenapa kamu berbohong seperti itu, dan memaksaku menikah denganmu " " aku terpaksa membohongimu karena aku terdesak oleh keluargaku yang mengharuskan aku menikah sebelum umurku genap 30 thn , atau perusahaan akan di alihkan atas nama raya adikku " " haaahhhh , jadi kamu menikahiku demi perusahaan agar tidak jatuh di tangan adik kamu sendiri, kamu egois " ku naik kan nada bicaraku karena kesal mendengar kenyataan bahwa Robin menikahiku karena perusahaan " bukan seperti itu, oke aku minta maaf , tapi pada kenyataanya aku benar benar mencintaimu , dan benar benar menginginkanmu menjadi istriku , terlebih lagi ternyata orang tua kita saling mengenal bahkan sahabat lama yang akan menjodohkan kita berdua " aku langsung pergi meninggalkan Robin , aku masuk ke kamar ku dan ku kunci kamarku saat ini perasaanku hancur karena Robin orang yg aku idolakan dan aku sukai dari dulu membohongiku demi kepentingannya , demi perusahaannya , dan aku hanya di jadikannya alat untuk tetap mendapatkan hak waris perusahaannya , " tok tok tok , sayang , please jangan seperti ini, maaf kan aku " aku tidak menjawab apapun , aku hanya diam tak menggubris Robin yang memohon kepadaku , tetesan air mata yang menemaniku saat ini , aku tidak menyangka Robin melakukan ini semua demi kepentingannya , sangat egois !!!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN