pov Nadira
, , , , , , ,, , , , ,
" hah jadi Robin Danuarta itu bos kalian ??
ucap Andre
" iya Dre , bos kece , ganteng tapi dingin kaya es batu " ucap Dian sambil memakan makanannya
aku hanya diam tersenyum tidak menanggapi apa apa ,
" waahh gak nyangka ya ternyata bos bisa menjadi suami karyawannya , hahaha " ejekan Robin membuat Dian berhenti mengunyah makanannya dan langsung menelannya ,
" suami siapa ? tanya dian
" emang dari tadi kita ngebahas Robin siapa sih ? ucap Andre
" Robin Danuarta kan , ! ! ! CEO Danuarta corporate ! ! ! Andre semakin menjelaskan ke Dian
" bukannya Lo nanyain Robin temen kuliah Lo dre " timpal Dian
duuuhhh ya ini suasana udah mulai gak kondusif
" iya sama , Robin temen kuliah w , Dan robin Bo's kalian itu orang yang sama , Robin Danuarta " jelasnya Andre semakin membuat Dian curiga
di saat suasana sedang tidak kondusif ,
tiba tiba dari belakang ada yang menarik tanganku ,
saat ku lihat
" hah Robin !!!! ucapku dalam hati
" pak Robin " ucap Dian sambil keheranan
" eh bro di sini juga ya , kirain lu gak ikut " timpal Andre
Robin hanya diam tidak bicara apapun dan hanya menatap ke arahku
" ayo pulang " Robin menarik tanganku dengan tatapan yang dingin
kulihat raut wajah Dian sangat kaget melihat kedatangan Robin yang tiba tiba menarik tanganku
" nadira , ko bisa " Dian sambil menunjuk ke arah Robin
" ayo cepat kita pulang , kita harus bicara " Robin langsung menarikku dengan paksa
" bro jangan kasar kaya gitu sama cewek , terlebih istri Lo sendiri " ucap Andre yang semakin membuatku pucat
" istri ??? Dian masih bingung dengan ucapan Andre
" gak usah ikut campur " ucap Robin ke Andre dengan wajah memerah dan pandangan yang tajam
aku bergegas berdiri dan mengikuti Robin yang menarik tanganku ,
" sakit pak , lepasin "
tapi Robin tidak berkata apa apa dan terus menarik tanganku ,
" Robin membukakan pintu mobil dan memaksaku masuk ke mobilnya , "
ekspresi Robin sangat mengerikan , tatapannya tajam ,
( dia kenapa ya , ko dia yang marah , seharusnya aku yang marah , karena dia sama sekali gak mau mengakui hubungan kita di depan misel ) gerutuku dalam hati ,
Robin menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang , sampai akupun kaget di buatnya ,
di perjalanan aku hanya diam dan sesekali melirik ke arah Robin ,
Robin sama sekali tidak berkata apapun ,
Robin melakukan mobilnya dengan kecepatan yang maksimum ,
" pelan pelan pak , aaahhhh " aku teriak kaget saat mobilnya hendak menabrak pembatas jalan ,
" aku mau turun , stop , stop pak "
Robin tidak mendengarkan ku dan terus melajukan mobilnya ,
" stop pak , aku bilang stooooopppp, "
Robin berhenti dengan sekaligus ,
kepalaku terbentur hingga memar
" aaawwwwww "
" maaf " Robin meminta maaf dengan suara yang datar ,
" gak niat banget sih minta maaf " ucapku dalam hati ,
" aku mau turun "
saat aku akan membuka pintu mobilnya , Robin menahanku dan menarik tanganku ,
" diam , duduk saja "
aku semakin takut melihat Robin ,
lalu Robin melajukan mobilnya kembali dengan kecapatan normal ,
sesampainya di rumah , Robin menarik tangan ku ,
" lepasin pak , tangan aku sakit " mencoba ku buka genggaman tangan Robin , tapi Robin sangat kuat
Robin tidak menggubris rengekanku dan terus menarik ku
Robin membawaku ke kamarnya dan di hempaskannya tubuhku di kasurnya ,
Robin mengunci pintu kamarnya ,
aku merinding takut melihat Robin seperti itu , sebenarnya Robin kenapa ,
" pak ... jangan mendekat ... atau aku teriak "
ucapku ke Robin , tapi Robin terus mendekati ku ,
aku beranjak dari tempat tidurnya tapi Robin tetap mendekatiku ,
" paakkk , , ,, "
aku terus mundur menjauhi Robin ,
lalu tiba tiba Robin memelukku
( haaaahhhh Robin kenapa , ko tiba tiba dia memeluk ku ) ,
Robin berbisik di telingaku ,
" aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan Andre , atau pun cowok lain "
aku bingung akan menjawab apa ,
aku hanya diam merasakan pelukan Robin
" please jangan berdekatan dengan cowok lain, aku tidak suka melihatnya "
aku dorong tubuh Robin dan bertanya kepadanya ,
" kenapa ????
" aku tidak suka " jawab Robin
" tapi ya kenapa pak , bukan kah pak robin sendiri sudah ada misel ?????
Robin hanya terdiam dan menatapku ,
aku takut melihat Robin seperti akan memakan ku ,
" misel ???
ucap Robin
" yah , misel , bukan kah itu pacar pak Robin Danuarta ??
nadaku sedikit meninggi
tiba tiba Robin mencium bwibirku
" oh my God , Robin mencium ku " ucap ku dalam hati ,
kaki ku bergetar seperti melunak semua tulangku di buatnya ,
kaget sekaligus bahagia , hihihihi
aku hanya terdiam membiarkannya menciumku ,
tangan Robin meremas pundakku ,
beberapa saat kemudian Robin melepaskan ciumannya ,
wajahku merah karena malu
" astaga , Robin sadar gak ya jantung ku berdetak sangat kencang, duuhhh sumpah malu banget jika dia sadar " ucapku dalam hati
" muka mu merah " ucap Robin
" ehemmmm , merah dari mana , orang biasa aja " sambil ku palingkan wajahku agar tidak di lihat oleh Robin
" aku tahu " ucap Robin
( ya Tuhan , apakah dia tahu kalau sekarang tubuhku bergetar lemas , panas dingin karena ciuman Robin ) ucapku dalam hati
" tahu apa " nadaku ku tinggikan agar Robin tidak menyadari bahwa aku sangat gugup saat ini
" cemburu !!!! Robin sambil mengernyitkan dahinya
" haaahh cemburu !!! siapa yang cemburu ??
jawabku dengan sedikit kesal
" kamu "
" aku ... kenapa aku cemburu "
Robin tersenyum di ujung bibirnya ,
" misel hanya masa lalu ku "
ucap Robin sambil terus menatapku
( duuhh ya kenapa Robin menatapku seperti itu, aku jadi bingung harus apa , salah tingkah aku di buatnya ) ucapku dalam hati ,
" terus ...... masa lalu yang akan menjadi masa depan ???? ucapanku dengan sedikit kesal
" ya memang akan menjadi masa depan "
Robin masih menatapku
( ya Tuhan sakit sekali mendengar Robin bicara seprti itu, ")
ku dorong tubuh Robin ,
" ya sudah , minggir aku mau ke kamar ku "
lalu Robin menarik tanganku dan memelukku
" tapi bukan bersama misel , masa depan ku bukan misel tapi Nadira Asmoro "
seketika aku perasaanku seperti apa yaaa.... bahagia eh bukan tapi sangat bahagia , tapi apakah ini mimpi
" haaahhh " aku hanya menjawab itu
" Nadira Asmoro " ucap robin sekali lagi
" haaaahhh " aku terus terusan menjawab itu
" kamu ada gangguan pendengaran " Robin melepaskan pelukannya
wajahnya sangat menyebalkan , tapi aku tidak bisa menahan senyum ku , wajahku sepertinya sangat memerah ,
" gak usah di tahan , kalo mau senyum ya senyum aja " ucap Robin sambil memelukku kembali ,
" siapa yang senyum , enggak ko " aku menahan rasa bahagiaku, ingin rasanya ku teriak aku bahagia ,
" jadilah ibu dari anak anak ku " ucap Robin masih memelukku ,
" apa sih aku gak ngerti pak "
aku menjawab pura pura polos hahahaha
" aku pikir kamu itu smart, tapi ternyata sangat lemot "
ucap Robin membuatku kesal
Robin melepaskan pelukannya dan menatapku sangat tajam
Robin terdiam hening dan menatapku dengan dalam ,
aku bingung harus apa , aku menjadi salah tingkah sendiri ,
lalu Robin perlahan menciumku
ciuman kedua robin Kali ini aku pejamkan mata ini, ku nikmati semua yang di berikan Robin untukku ,
Robin menggenggam kedua tanganku ,
Robin melepaskan ciumannya ,
lalu Robin berlutut di depanku ,
aku bingung Robin mau ngapain sih sebenarnya , kenapa dia berlutut begitu ,
Robin mengambil sesuatu di kantong celananya ,
dan ku lihat kotak berwarna merah ,
" Nadira Asmoro , aku Robin Danuarta ,
ingin menjadikanmu satu satunya di hidupku , aku melamarmu sekali kali , apakah kamu mau hidup dengan ku sampai akhir hidup kita "
lali robin membuka kotak tersebut yang berisikan cincin berlian ,
( ya Tuhan , ini mimpi atau bukan , Tuhan jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini, jika ini nyata , ku mohon buatlah hati Robin hanya ada nama ku sehingga tidak ada tempat untuk perempuan lain ) doa ku dalam hati
Robin mencium tanganku dengan lembut, lalu menatapku ,
" apa kamu bisa menerimaku menjadi bagian dari hidupmu " ucap Robin
aku tidak bisa berkata apa apa , aku hanya tersenyum dan menganggukan kepalaku ,
Robin melingkarkan cincin itu di jariku ,
lalu Robin memelukku kembali ,
lalu Robin menatapku dengan lembut dan sangat dekat ,
Robin mencium ku kembali ,
daaaannnn yuhhuuuuu..... apa yang terjadi selanjutnya .....
akhirnya aku dan Robin melakukan hubungan itu ,
aku sangat bahagia saat Robin melakukannya ,
dan akupun sangat menikmatinya ,
kami berdua melakukannya selama semalaman penuh , hingga aku dan Robin tidak bisa bangun pagi dan kami berdua tidak masuk kantor karena kelelahan dan kurang tidur
hihihihihi , , , , , , , , ,