mengungkapkan perasaan Robin

1536 Kata
pov Nadira , , , , , , ,, , , , , " hah jadi Robin Danuarta itu bos kalian ?? ucap Andre " iya Dre , bos kece , ganteng tapi dingin kaya es batu " ucap Dian sambil memakan makanannya aku hanya diam tersenyum tidak menanggapi apa apa , " waahh gak nyangka ya ternyata bos bisa menjadi suami karyawannya , hahaha " ejekan Robin membuat Dian berhenti mengunyah makanannya dan langsung menelannya , " suami siapa ? tanya dian " emang dari tadi kita ngebahas Robin siapa sih ? ucap Andre " Robin Danuarta kan , ! ! ! CEO Danuarta corporate ! ! ! Andre semakin menjelaskan ke Dian " bukannya Lo nanyain Robin temen kuliah Lo dre " timpal Dian duuuhhh ya ini suasana udah mulai gak kondusif " iya sama , Robin temen kuliah w , Dan robin Bo's kalian itu orang yang sama , Robin Danuarta " jelasnya Andre semakin membuat Dian curiga di saat suasana sedang tidak kondusif , tiba tiba dari belakang ada yang menarik tanganku , saat ku lihat " hah Robin !!!! ucapku dalam hati " pak Robin " ucap Dian sambil keheranan " eh bro di sini juga ya , kirain lu gak ikut " timpal Andre Robin hanya diam tidak bicara apapun dan hanya menatap ke arahku " ayo pulang " Robin menarik tanganku dengan tatapan yang dingin kulihat raut wajah Dian sangat kaget melihat kedatangan Robin yang tiba tiba menarik tanganku " nadira , ko bisa " Dian sambil menunjuk ke arah Robin " ayo cepat kita pulang , kita harus bicara " Robin langsung menarikku dengan paksa " bro jangan kasar kaya gitu sama cewek , terlebih istri Lo sendiri " ucap Andre yang semakin membuatku pucat " istri ??? Dian masih bingung dengan ucapan Andre " gak usah ikut campur " ucap Robin ke Andre dengan wajah memerah dan pandangan yang tajam aku bergegas berdiri dan mengikuti Robin yang menarik tanganku , " sakit pak , lepasin " tapi Robin tidak berkata apa apa dan terus menarik tanganku , " Robin membukakan pintu mobil dan memaksaku masuk ke mobilnya , " ekspresi Robin sangat mengerikan , tatapannya tajam , ( dia kenapa ya , ko dia yang marah , seharusnya aku yang marah , karena dia sama sekali gak mau mengakui hubungan kita di depan misel ) gerutuku dalam hati , Robin menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang , sampai akupun kaget di buatnya , di perjalanan aku hanya diam dan sesekali melirik ke arah Robin , Robin sama sekali tidak berkata apapun , Robin melakukan mobilnya dengan kecepatan yang maksimum , " pelan pelan pak , aaahhhh " aku teriak kaget saat mobilnya hendak menabrak pembatas jalan , " aku mau turun , stop , stop pak " Robin tidak mendengarkan ku dan terus melajukan mobilnya , " stop pak , aku bilang stooooopppp, " Robin berhenti dengan sekaligus , kepalaku terbentur hingga memar " aaawwwwww " " maaf " Robin meminta maaf dengan suara yang datar , " gak niat banget sih minta maaf " ucapku dalam hati , " aku mau turun " saat aku akan membuka pintu mobilnya , Robin menahanku dan menarik tanganku , " diam , duduk saja " aku semakin takut melihat Robin , lalu Robin melajukan mobilnya kembali dengan kecapatan normal , sesampainya di rumah , Robin menarik tangan ku , " lepasin pak , tangan aku sakit " mencoba ku buka genggaman tangan Robin , tapi Robin sangat kuat Robin tidak menggubris rengekanku dan terus menarik ku Robin membawaku ke kamarnya dan di hempaskannya tubuhku di kasurnya , Robin mengunci pintu kamarnya , aku merinding takut melihat Robin seperti itu , sebenarnya Robin kenapa , " pak ... jangan mendekat ... atau aku teriak " ucapku ke Robin , tapi Robin terus mendekati ku , aku beranjak dari tempat tidurnya tapi Robin tetap mendekatiku , " paakkk , , ,, " aku terus mundur menjauhi Robin , lalu tiba tiba Robin memelukku ( haaaahhhh Robin kenapa , ko tiba tiba dia memeluk ku ) , Robin berbisik di telingaku , " aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan Andre , atau pun cowok lain " aku bingung akan menjawab apa , aku hanya diam merasakan pelukan Robin " please jangan berdekatan dengan cowok lain, aku tidak suka melihatnya " aku dorong tubuh Robin dan bertanya kepadanya , " kenapa ???? " aku tidak suka " jawab Robin " tapi ya kenapa pak , bukan kah pak robin sendiri sudah ada misel ????? Robin hanya terdiam dan menatapku , aku takut melihat Robin seperti akan memakan ku , " misel ??? ucap Robin " yah , misel , bukan kah itu pacar pak Robin Danuarta ?? nadaku sedikit meninggi tiba tiba Robin mencium bwibirku " oh my God , Robin mencium ku " ucap ku dalam hati , kaki ku bergetar seperti melunak semua tulangku di buatnya , kaget sekaligus bahagia , hihihihi aku hanya terdiam membiarkannya menciumku , tangan Robin meremas pundakku , beberapa saat kemudian Robin melepaskan ciumannya , wajahku merah karena malu " astaga , Robin sadar gak ya jantung ku berdetak sangat kencang, duuhhh sumpah malu banget jika dia sadar " ucapku dalam hati " muka mu merah " ucap Robin " ehemmmm , merah dari mana , orang biasa aja " sambil ku palingkan wajahku agar tidak di lihat oleh Robin " aku tahu " ucap Robin ( ya Tuhan , apakah dia tahu kalau sekarang tubuhku bergetar lemas , panas dingin karena ciuman Robin ) ucapku dalam hati " tahu apa " nadaku ku tinggikan agar Robin tidak menyadari bahwa aku sangat gugup saat ini " cemburu !!!! Robin sambil mengernyitkan dahinya " haaahh cemburu !!! siapa yang cemburu ?? jawabku dengan sedikit kesal " kamu " " aku ... kenapa aku cemburu " Robin tersenyum di ujung bibirnya , " misel hanya masa lalu ku " ucap Robin sambil terus menatapku ( duuhh ya kenapa Robin menatapku seperti itu, aku jadi bingung harus apa , salah tingkah aku di buatnya ) ucapku dalam hati , " terus ...... masa lalu yang akan menjadi masa depan ???? ucapanku dengan sedikit kesal " ya memang akan menjadi masa depan " Robin masih menatapku ( ya Tuhan sakit sekali mendengar Robin bicara seprti itu, ") ku dorong tubuh Robin , " ya sudah , minggir aku mau ke kamar ku " lalu Robin menarik tanganku dan memelukku " tapi bukan bersama misel , masa depan ku bukan misel tapi Nadira Asmoro " seketika aku perasaanku seperti apa yaaa.... bahagia eh bukan tapi sangat bahagia , tapi apakah ini mimpi " haaahhh " aku hanya menjawab itu " Nadira Asmoro " ucap robin sekali lagi " haaaahhh " aku terus terusan menjawab itu " kamu ada gangguan pendengaran " Robin melepaskan pelukannya wajahnya sangat menyebalkan , tapi aku tidak bisa menahan senyum ku , wajahku sepertinya sangat memerah , " gak usah di tahan , kalo mau senyum ya senyum aja " ucap Robin sambil memelukku kembali , " siapa yang senyum , enggak ko " aku menahan rasa bahagiaku, ingin rasanya ku teriak aku bahagia , " jadilah ibu dari anak anak ku " ucap Robin masih memelukku , " apa sih aku gak ngerti pak " aku menjawab pura pura polos hahahaha " aku pikir kamu itu smart, tapi ternyata sangat lemot " ucap Robin membuatku kesal Robin melepaskan pelukannya dan menatapku sangat tajam Robin terdiam hening dan menatapku dengan dalam , aku bingung harus apa , aku menjadi salah tingkah sendiri , lalu Robin perlahan menciumku ciuman kedua robin Kali ini aku pejamkan mata ini, ku nikmati semua yang di berikan Robin untukku , Robin menggenggam kedua tanganku , Robin melepaskan ciumannya , lalu Robin berlutut di depanku , aku bingung Robin mau ngapain sih sebenarnya , kenapa dia berlutut begitu , Robin mengambil sesuatu di kantong celananya , dan ku lihat kotak berwarna merah , " Nadira Asmoro , aku Robin Danuarta , ingin menjadikanmu satu satunya di hidupku , aku melamarmu sekali kali , apakah kamu mau hidup dengan ku sampai akhir hidup kita " lali robin membuka kotak tersebut yang berisikan cincin berlian , ( ya Tuhan , ini mimpi atau bukan , Tuhan jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini, jika ini nyata , ku mohon buatlah hati Robin hanya ada nama ku sehingga tidak ada tempat untuk perempuan lain ) doa ku dalam hati Robin mencium tanganku dengan lembut, lalu menatapku , " apa kamu bisa menerimaku menjadi bagian dari hidupmu " ucap Robin aku tidak bisa berkata apa apa , aku hanya tersenyum dan menganggukan kepalaku , Robin melingkarkan cincin itu di jariku , lalu Robin memelukku kembali , lalu Robin menatapku dengan lembut dan sangat dekat , Robin mencium ku kembali , daaaannnn yuhhuuuuu..... apa yang terjadi selanjutnya ..... akhirnya aku dan Robin melakukan hubungan itu , aku sangat bahagia saat Robin melakukannya , dan akupun sangat menikmatinya , kami berdua melakukannya selama semalaman penuh , hingga aku dan Robin tidak bisa bangun pagi dan kami berdua tidak masuk kantor karena kelelahan dan kurang tidur hihihihihi , , , , , , , , ,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN