, ,. , , , , , , , ,.
Robin tiba tiba bangun dan duduk , aku masih menghawatirkan keadaannya ,
" mas jangan bangun dulu, tiduran aja mas "
pintaku ke Robin sambil memegangi pundak Robin ,
" aku gak apa apa asal ada kamu di samping aku " jawab Robin membuatku ingin tersenyum tapi aku menahannya karena gengsi hahaha
" jangan seperti itu, kalau kamu kenapa kenapa , dokter Rian pasti menyalahkan ku "
" Rian ? dia tahu ko apa saat ini aku butuhkan , bukan obat , tapi kamu "
ucap Robin sambil menggenggam tanganku
aku hanya diam membisu dan menunduk
" sayang , " Robin mengangkat wajahku dan memintaku menatap matanya
kulihat dia menatapku dengan dalam dan tajam , dan aku pun merasakan ketulusan dari matanya , aduuhhh meleleh hatiku menatap Robin
" sayang , maaf kan aku , aku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa , tapi yang jelas saat ini aku mencintaimu "
aku hanya terdiam bingung harus jawab apa , tapi dalam hatiku aku ingin mengatakan hal yang sama bahwa aku sangat mencintai Robin
" sayang " Robin mulai mendekatiku dan mencium bibirku , meskipun ini bukan ciuman yang pertama tetap saja aku merasa kaget ,
hangat dan basah hahahhahaa
duh yah jadi ke pengen hahahhaha
Robin mendorong tvbvhku ke atas tempat tidur
lalu ......
" Ting tong , Ting tong " aku langsung mendorong tvbuvh Robin ,
" ah sial " bisik Robin dengan wajah yang kesal
" aku buka pintu dulu "
aku langsung bergegas bangun dan berlari meninggalkan Robin yang terlentang di kasurnya ,
hatiku bergetar dan gugup , sepanjang perjalanan menuruni anak tangga aku sembari membayangkan kejadian tadi ,
tubuh ku bergidik seperti kesetrum , andai saja gak ada yang Dateng hahahaha
lalu ku buka pintu dan ku lihat ada empat orang dengan pakaian serba hitam dengan fostur tubuh tinggi dan besar ,
aku kaget melihat orang orang ini ,
" ssiii si si , , , , , , apaa kalian "
aku bertanya dengan suara yang gugup
" permisi Bu Nadira , apa kami bisa menemui pak Robin Danuarta "
haaahhh ko mereka bisa tahu nama saya ,
mereka sebenarnya siapa , ????
" mmmmm , tunggu di sini sebentar ya saya panggilkan pak Robin dulu , " aku langsung masuk dan buru buru ke atas memberi tahukan Robin , dan tak lupa pintu depan aku tutup kembali karena takut mereka akan macam macam ,
" Maas , di di ,,,, luar ada empat orang yang mencari kamu mas , tapi aneh nya mereka tahu nama aku juga , pakainnya semua serba hitam
"
" dimana mereka sayang "
" di luar , aku tutup kembali pintunya , soalnya aku takut mereka mau berbuat jahat sama kamu mas "
Robin hanya tersenyum mendengar jawabanku ,
" ayo kita turun " ajak Robin
" tapi mass , sebenarnya mereka siapa ?
" Mereka ada lah depkolektor yang mau membawa aku " ucap Robin dengan wajah yang serius
" haaahh, memang kamu ada masalah apa mas ?
ekspresi ku sangat tegang mendengar ucapan Robin ,
setelah sampai di bawah , Robin memintaku untuk mempersilahkan mereka masuk ,
aku langsung di samping Robin dan memegang tangan Robin , aku takut Robin di apa apakan sama orang orang ini ,
" pak , ini makanan yang pak Robin inginkan ,
dan ini berkas yang harus di tandatangani oleh pak Robin, karena hari ini pak Robin tidak ke kantor banyak berkas yang harus di serahkan kepada bapak Danuarta "
aku sangat kaget mendengar apa yang di ucapkan orang orang ini ,
aku langsung melepaskan genggaman tanganku ke tangan robin tapi Robin berbalik menggenggam tanganku dengan erat ,
" okeh sekali lagi Robin membohongiku " ucapkku dalam hati ,
" baik lah pak semuanya sudah selesai , apa ada yang di butuh kan lagi , biar kami siap kan " ucap ke empat orang itu
" sudah cukup , kalian sudah boleh pergi , "
ucap Robin
Robin ko terlihat sangat sehat ya , padahal tadiii ......
ah ya sudah mungkin memang sudah membaik karena tadi ada dokter Rian
" aku siap kan dulu " ucap Robin sambil membawa 3 kantong plastik berwarna putih tebal
" tunggu , itu apa mas " aku menyusul Robin yang menuju ke dapur
" makanan , kamu pasti laper kan , dari tadi siang kamu belum makan dan ini sudah hampir tengah malam "
ucap Robin sambil mengeluarkan isi dari plastik plastik itu ,
" sini aku aja yang menyiapkan "
aku bergegas mengambilkan piring dan sendok dan keperluan lainnya untuk menampung makanan yang sedang aku siapkan ,
tiba tiba Robin berdiri dan memelukku dari belakang ,
" apaan sih mas , geli mas " Robin menghembuskan nafasnya di leherku ,
" jangan marah lagi ya sayang "
" maaas , aku lagi siapin makan loh , lepasin dulu "
" jawab dulu , "
" jawab apa ???
" kamu udah gak marah kan "
aku hanya tersenyum
" apaaaaa ? tanya Robin
" ihh gak peka banget " ku jawab dengan wajah yang kesal
" ya apa , aku gak denger kamu ngomong "
" ya kan gak selalu harus dengan omongan "
" terus , kamu nyuruh aku tebak tebakan sama jawaban yang kamu isyaratkan " ????
aku hanya tersenyum
" kenapa gak sekalian kamu suruh aku buat baca pikiran kamu atau liat garis tangan kamu "
Robin langsung membalikkan tvbuhku
" lihat aku " Robin memegangi pipiku dan memintaku untuk menatap matanya ,
" I love you , aku hanya mau kamu "
aku hanya tersenyum sambil menatap wajahnya yang aduuhhh pengen aku cium rasanya , tapi aku malu , masa cewek duluan hahahahaha
rambutnya yang berantakan aku suka melihatnya ,
" bagaimana ?
" haaahh ,apa ?
" ko apa sih " Robin mulai kesal
" ya apaaaa ?
" udah lah lupain aja " Robin langsung melepaskan tangannya dan kembali duduk
ku dekati Robin dan ku lehernya dari belakang ,
" I love you too "
aku tertunduk malu
Robin menarik tanganku dan dia membalikkan wajah menoleh ke belakang pas di depan wajahku ,
kini posisinya aku dan robin sangaatt dekat ,
" aku gak denger " ucap Robin dengan senyum
aku hanya tersenyum melihatnya dan rasanya malu untuk mengatakannya lagi , pasti wajahku sekarang sangat merah ,
" kenapa , ko merah sih mukanya " ledek Robin
" sayang , aku gak denger , tadi kamu ngomong apa ? Robin memintaku mengatakannya sekali lagi sambil mengelus pipiku ,
aku hanya menunduk malu ,
lalu Robin memegang daguku , Daan
yang dari tadi aku tunggu ,. , hihihihi
Robin mencium bwibirkub , setelah beberapa saat ku dengar perut ku yang memberontak ingin di isi,
lalu Robin melepaskan ciumannya , , , ,
( ya ampun nih perut gak tau sikon banget ) protesku dalam hati ,
" itu suara apa ? tanya Robin pura pura tidak tahu
" ha ha ha , Ayo kita makan dulu , kasian perut kamu " Robin mengucapkannya sambil tertawa ,
lalu Robin menarik tanganku , dan membisikan ke telingaku ,
" setelah makan siap siap ya sayang "
aku hanya tersenyum mendengar Robin mengatakan itu ,
aku dan Robin memakan makanan yang sudah ku siap kan tadi ,
kami berdua tidak mengatakan apapun sampai selesai makan , hanya kadang aku melihat Robin sedang memandangiku , lalu aku palingkan lagi pandanganku ,