Nadira Memaafkan Robin

1238 Kata
, ,. , , , , , , , ,. Robin tiba tiba bangun dan duduk , aku masih menghawatirkan keadaannya , " mas jangan bangun dulu, tiduran aja mas " pintaku ke Robin sambil memegangi pundak Robin , " aku gak apa apa asal ada kamu di samping aku " jawab Robin membuatku ingin tersenyum tapi aku menahannya karena gengsi hahaha " jangan seperti itu, kalau kamu kenapa kenapa , dokter Rian pasti menyalahkan ku " " Rian ? dia tahu ko apa saat ini aku butuhkan , bukan obat , tapi kamu " ucap Robin sambil menggenggam tanganku aku hanya diam membisu dan menunduk " sayang , " Robin mengangkat wajahku dan memintaku menatap matanya kulihat dia menatapku dengan dalam dan tajam , dan aku pun merasakan ketulusan dari matanya , aduuhhh meleleh hatiku menatap Robin " sayang , maaf kan aku , aku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa , tapi yang jelas saat ini aku mencintaimu " aku hanya terdiam bingung harus jawab apa , tapi dalam hatiku aku ingin mengatakan hal yang sama bahwa aku sangat mencintai Robin " sayang " Robin mulai mendekatiku dan mencium bibirku , meskipun ini bukan ciuman yang pertama tetap saja aku merasa kaget , hangat dan basah hahahhahaa duh yah jadi ke pengen hahahhaha Robin mendorong tvbvhku ke atas tempat tidur lalu ...... " Ting tong , Ting tong " aku langsung mendorong tvbuvh Robin , " ah sial " bisik Robin dengan wajah yang kesal " aku buka pintu dulu " aku langsung bergegas bangun dan berlari meninggalkan Robin yang terlentang di kasurnya , hatiku bergetar dan gugup , sepanjang perjalanan menuruni anak tangga aku sembari membayangkan kejadian tadi , tubuh ku bergidik seperti kesetrum , andai saja gak ada yang Dateng hahahaha lalu ku buka pintu dan ku lihat ada empat orang dengan pakaian serba hitam dengan fostur tubuh tinggi dan besar , aku kaget melihat orang orang ini , " ssiii si si , , , , , , apaa kalian " aku bertanya dengan suara yang gugup " permisi Bu Nadira , apa kami bisa menemui pak Robin Danuarta " haaahhh ko mereka bisa tahu nama saya , mereka sebenarnya siapa , ???? " mmmmm , tunggu di sini sebentar ya saya panggilkan pak Robin dulu , " aku langsung masuk dan buru buru ke atas memberi tahukan Robin , dan tak lupa pintu depan aku tutup kembali karena takut mereka akan macam macam , " Maas , di di ,,,, luar ada empat orang yang mencari kamu mas , tapi aneh nya mereka tahu nama aku juga , pakainnya semua serba hitam " " dimana mereka sayang " " di luar , aku tutup kembali pintunya , soalnya aku takut mereka mau berbuat jahat sama kamu mas " Robin hanya tersenyum mendengar jawabanku , " ayo kita turun " ajak Robin " tapi mass , sebenarnya mereka siapa ? " Mereka ada lah depkolektor yang mau membawa aku " ucap Robin dengan wajah yang serius " haaahh, memang kamu ada masalah apa mas ? ekspresi ku sangat tegang mendengar ucapan Robin , setelah sampai di bawah , Robin memintaku untuk mempersilahkan mereka masuk , aku langsung di samping Robin dan memegang tangan Robin , aku takut Robin di apa apakan sama orang orang ini , " pak , ini makanan yang pak Robin inginkan , dan ini berkas yang harus di tandatangani oleh pak Robin, karena hari ini pak Robin tidak ke kantor banyak berkas yang harus di serahkan kepada bapak Danuarta " aku sangat kaget mendengar apa yang di ucapkan orang orang ini , aku langsung melepaskan genggaman tanganku ke tangan robin tapi Robin berbalik menggenggam tanganku dengan erat , " okeh sekali lagi Robin membohongiku " ucapkku dalam hati , " baik lah pak semuanya sudah selesai , apa ada yang di butuh kan lagi , biar kami siap kan " ucap ke empat orang itu " sudah cukup , kalian sudah boleh pergi , " ucap Robin Robin ko terlihat sangat sehat ya , padahal tadiii ...... ah ya sudah mungkin memang sudah membaik karena tadi ada dokter Rian " aku siap kan dulu " ucap Robin sambil membawa 3 kantong plastik berwarna putih tebal " tunggu , itu apa mas " aku menyusul Robin yang menuju ke dapur " makanan , kamu pasti laper kan , dari tadi siang kamu belum makan dan ini sudah hampir tengah malam " ucap Robin sambil mengeluarkan isi dari plastik plastik itu , " sini aku aja yang menyiapkan " aku bergegas mengambilkan piring dan sendok dan keperluan lainnya untuk menampung makanan yang sedang aku siapkan , tiba tiba Robin berdiri dan memelukku dari belakang , " apaan sih mas , geli mas " Robin menghembuskan nafasnya di leherku , " jangan marah lagi ya sayang " " maaas , aku lagi siapin makan loh , lepasin dulu " " jawab dulu , " " jawab apa ??? " kamu udah gak marah kan " aku hanya tersenyum " apaaaaa ? tanya Robin " ihh gak peka banget " ku jawab dengan wajah yang kesal " ya apa , aku gak denger kamu ngomong " " ya kan gak selalu harus dengan omongan " " terus , kamu nyuruh aku tebak tebakan sama jawaban yang kamu isyaratkan " ???? aku hanya tersenyum " kenapa gak sekalian kamu suruh aku buat baca pikiran kamu atau liat garis tangan kamu " Robin langsung membalikkan tvbuhku " lihat aku " Robin memegangi pipiku dan memintaku untuk menatap matanya , " I love you , aku hanya mau kamu " aku hanya tersenyum sambil menatap wajahnya yang aduuhhh pengen aku cium rasanya , tapi aku malu , masa cewek duluan hahahahaha rambutnya yang berantakan aku suka melihatnya , " bagaimana ? " haaahh ,apa ? " ko apa sih " Robin mulai kesal " ya apaaaa ? " udah lah lupain aja " Robin langsung melepaskan tangannya dan kembali duduk ku dekati Robin dan ku lehernya dari belakang , " I love you too " aku tertunduk malu Robin menarik tanganku dan dia membalikkan wajah menoleh ke belakang pas di depan wajahku , kini posisinya aku dan robin sangaatt dekat , " aku gak denger " ucap Robin dengan senyum aku hanya tersenyum melihatnya dan rasanya malu untuk mengatakannya lagi , pasti wajahku sekarang sangat merah , " kenapa , ko merah sih mukanya " ledek Robin " sayang , aku gak denger , tadi kamu ngomong apa ? Robin memintaku mengatakannya sekali lagi sambil mengelus pipiku , aku hanya menunduk malu , lalu Robin memegang daguku , Daan yang dari tadi aku tunggu ,. , hihihihi Robin mencium bwibirkub , setelah beberapa saat ku dengar perut ku yang memberontak ingin di isi, lalu Robin melepaskan ciumannya , , , , ( ya ampun nih perut gak tau sikon banget ) protesku dalam hati , " itu suara apa ? tanya Robin pura pura tidak tahu " ha ha ha , Ayo kita makan dulu , kasian perut kamu " Robin mengucapkannya sambil tertawa , lalu Robin menarik tanganku , dan membisikan ke telingaku , " setelah makan siap siap ya sayang " aku hanya tersenyum mendengar Robin mengatakan itu , aku dan Robin memakan makanan yang sudah ku siap kan tadi , kami berdua tidak mengatakan apapun sampai selesai makan , hanya kadang aku melihat Robin sedang memandangiku , lalu aku palingkan lagi pandanganku ,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN