happy reading
, , , , , , , , , , ,
malam semakin larut , suara lalu lalang kendaraan pun semakin sepi ,
mataku sedikit lebih berat , tapi mengingat Robin yang saat ini masih duduk di meja makan dengan tatapannya yang nakal aku jadi tidak mengantuk lagi ,
Nadira sudah selesai membereskan meja makan dan sudah mencuci semua piring , gelas yang bekas mereka berdua gunakan ,
" mas aku ke atas duluan "
ucap Nadira sambil memijat lehernya sendiri ,
" jangan tidur dulu sayang , aku mau telpon papah dulu " ucap Robin sambil memainkan handphone nya ,
Nadira hanya tersenyum dan langsung meninggalkan Robin yang masih sibuk dengan hp nya ,
" pah, berkas sudah saya kirim di email untuk besok meeting , dan sepertinya saya besok gak ke kantor dulu pah , mau urus paspor sama Nadira "
ucap Robin di telpon
setelah beberapa saat Robin menelpon papah nya , Robin melirik jam dinding ternyata sudah menunjukan puku 01:30 ,
" sudah lewat tengah malam , Nadira sudah tidur belum ya "
Robin bergegas menyusul Nadira ke kamarnya.
Robin tidak melihat Nadira di dalam kamar nya , bola matanya mengelilingi setiap sudut kamarnya tapi tidak di temukan nya Nadira ,
" Nadira kemana , ? apa tidur di kamarnya ? "
Robin langsung bergegas menuju kamar Nadira yang posisinya ada di sebelah kamar Robin ,
Robin masih tidak mendapati Nadira ,
" Nadira kemana sih " Robin menelpon normor Nadira , suara deringan ponsel Nadira ada di kamar robin di dekat mejanya ,
setelah mencari keberadaan Nadira , Robin melihat pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya tidak tertutup ,
lalu perlahan Robin menengokan kepalanya ke dalam kamar mandi ,
Robin mematung melihat Nadira sedang mengelap rambut basahnya dengan handuk yang berwana merah muda , dan hanya memakai pakaian tidur berwarna Wardah yang tipis ,
mata Robin membelalak menyusuri dan menikmati pemandangan yang di lihatnya saat ini , Nadira belum menyadari bahwa sedari tadi Robin memperhatikannya ,
" ngapain di sana " Nadira melihat Robin dengan kaget ,
" aku tadi cari cari kamu tapi ternyata ada disini , habis mandi " tanya Robin sambil melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi ,
" iya , tadi gerah , kayanya mau hujan cuacanya begini " Nadira masih sambil mengelap rambutnya ,
" ko gak ngajak sih " ucap Robin dengan suara yang mulai menggoda Nadira
Robin semakin mendekati Nadira ,
" mas mau ngapain, mau mandi juga ? tanya Nadira dengan wajah polosnya ,
" mau , tapi berdua "
" aku udah mandi mas " jawab Nadira
" lagi yu " bisik Robin di telinga Nadira ,
" haahh enggak lah mas , nanti aku masuk angin , lagian ini udah lewat tengah malem mas , mendingan kita istirahat , besok kan kita kerja "
ucap Nadira sambil mendorong badannya Robin agar keluar dari kamar mandi ,
Robin semakin gemas dan tertahankan melihat rambut Nadira yang kusut dan basah serta tetesan air yang mengalir dari rambut basahnya menurun di tvbuhnya ,
Robin mendekati Nadira yang sedang duduk di depan cermin ,
Robin berdiri di belakang Nadira sambil memegang pundak Nadira ,
" sini aku sisirin " ucap Robin.
" gak usah mas , istirahat aja , besok bukannya kamu ada meeting ? "
" aku udah ngomong sama papah , besok papah yang nghandle meetingnya , bahan untuk meeting sudah aku kirim ke papah "
" haahhh terus papah kamu mau ? "
" mau lah kan aku mau ngajak menantunya pergi "
" siapa ? " Nadira menoleh ke arah Robin
" siapa lagi menantu di keluarga Danuarta ? " ucap Robin dengan kesal
" mmm aku gak ngerti maksudnya gimana ?
tanya Nadira dengan polosnya
" besok aku mau urus paspor kamu , aku mau ngajak kamu bulan madu " Robin sambil mencium pipi Nadira ,
Nadira tidak mengatakan apapun hanya tersenyum malu sambil menutupi wajah nya dengan ke dua telapak tangannya ,
" kenapa , ko gak jawab , atau nanya ke mau bulan madu kemana , cuma senyum senyum doang " ucap Robin menatap Nadira ,
bulan madu , Nadira mendengar kata kata itu dengan perasaan yang bahagia namun malu untuk mengatakannya ,
" malam ini aku tahan dulu " bisik Robin di telinga Nadira , lalu Robin mengarahkan kakinya menuju ranjangnya , Robin merebahkan tubuhnya di atas kasur , lalu menatap Nadira dengan senyum menggodanya ,
Nadira tersipu malu memikirkan bulan madu hahahhah
Nadira melangkahkan kakinya mendekati Robin ,
Robin menarik tangan Nadira agar tidur dalam dekapan Robin ,
Nadira tidak sabar untuk menunggu hari esok ,
dan ingin tahu dimana Robin akan membawa Nadira ,
**********
matahari masih malu malu untuk menampakan dirinya , tapi Nadira sudah terbangun untuk membuatkan sarapan suaminya , karena memang dari semalam Nadira tidak bisa nyenyak dalam tidurnya ,
Nadira dengan cekatan membereskan rumah dan membuat sarapan dengan bahan bahan yang ada di dalam lemari es ,
matahari sudah menampakan ke indahannya saat pertama terbit , Nadira menata sarapan yang sudah di buatnya di meja ,
" kurang apa lagi ya ...... "
sambil mengingat ingat apa yang kurang di meja makannya ,
Robin pun sudah bangun dan menuruni anak tangga , seperti yang biasa Robin lakukan , Robin berolah raga terlebih dahulu ,
saat Nadira masih berkutik di dapur ,
Nadira melihat pintu halaman belakang yang dekat kolam renang sudah terbuka ,
" pasti Robin sedang olah raga " ucap Nadira dalam hati,
Nadira mengantarkan air minum untuk Robin , sebenarnya Nadira hanya beralasan saja demi melihat pemandangan yang indah ,
Robin biasanya hanya memakai celana pendek dan membiarkan tubuhnya terbuka ,
tubuhnya yang kekar , berotot dan perut yang kotak kotak , serta rambut panjang yang berantakan , siapa yang akan menyia nyiakan melihat pemandangan seperti ini ,
Nadira berdiri di samping Robin yang sedang memainkan besi besinya ,
" minum nya , aku taruh di sini ya " !!!!!
Robin melirik ke arah Nadira ,
" iya sayang, "
" aku mandi duluan ya " Nadira mengatakannya dengan suara yang sedikit gugup karena melihat semua otot nya Robin bergentayangan memamerkan di mata Nadira ,
" kenapa sayang "
" haaahh enggak "
" sayang siap siap ya , jam 10 kita berangkat , bawa yang di perlukan saja " ucap Robin
Nadira hanya senyum tidak menjawab apapun ,
Nadira melangkahkan kakinya menuju kamar dan memasuki kamar mandi. nadria membersihkan badannya yang bau masakan dan keringat karena masak tadi ,
setelah selesai , Nadira membersihkan badannya , kemudian dengan semangat Nadira mengemasi barang barangnya ,
Robin memasuki kamar dengan penuh keringat ,
" sayang udah siap " Robin mendekati Nadira dan berniat memeluknya , tapi Nadira menyuruh Robin agar cepat cepat mandi ,
******
setelah selesai mereka berdua bersiap siap , mereka menyantap sarapan yang sudah di siapkan oleh Nadira ,
Robin memakan nya dengan lahap ,
" kamu hobi masak ya sayang "
" hmmm kenapa " Nadira mengernyitkan dahi nya ,
" setiap masakan yang kamu buat pasti rasanya enak " ucap Robin sambil menatap Nadira
Nadira hanya melirik Robin sambil melahap makanannya ,
piring mereka sudah kosong dan Nadira mulai membereskannya dan mencucinya ,
saat semua sudah siap dan mereka akan berangkat , tiba tiba ponsel Robin bergetar , setelah Robin menerima ponsel nya , Robin membatalkan kepergian kami berdua dan memutuskan untuk pergi ke kantor ,
" mas ada apaa ?
" sayang , maaf , kita tunda dulu kepergian kita , ada hal yang harus aku urus di kantor , kamu tunggu di rumah saja ya sayang " pinta Robin
" aku ikut ke kantor ya , aku sekalian mau menyelesaikan pekerjaan ku "
sebenarnya Nadira sedikit kesal karena kepergiannya di tunda atau di batalkan ,
tapi Nadira menahannya karena Nadira tidak ingin membebani Robin dengan kekecewaannya ,