gagal pergi bulan madu

1303 Kata
happy reading , , , , , , , , , , , malam semakin larut , suara lalu lalang kendaraan pun semakin sepi , mataku sedikit lebih berat , tapi mengingat Robin yang saat ini masih duduk di meja makan dengan tatapannya yang nakal aku jadi tidak mengantuk lagi , Nadira sudah selesai membereskan meja makan dan sudah mencuci semua piring , gelas yang bekas mereka berdua gunakan , " mas aku ke atas duluan " ucap Nadira sambil memijat lehernya sendiri , " jangan tidur dulu sayang , aku mau telpon papah dulu " ucap Robin sambil memainkan handphone nya , Nadira hanya tersenyum dan langsung meninggalkan Robin yang masih sibuk dengan hp nya , " pah, berkas sudah saya kirim di email untuk besok meeting , dan sepertinya saya besok gak ke kantor dulu pah , mau urus paspor sama Nadira " ucap Robin di telpon setelah beberapa saat Robin menelpon papah nya , Robin melirik jam dinding ternyata sudah menunjukan puku 01:30 , " sudah lewat tengah malam , Nadira sudah tidur belum ya " Robin bergegas menyusul Nadira ke kamarnya. Robin tidak melihat Nadira di dalam kamar nya , bola matanya mengelilingi setiap sudut kamarnya tapi tidak di temukan nya Nadira , " Nadira kemana , ? apa tidur di kamarnya ? " Robin langsung bergegas menuju kamar Nadira yang posisinya ada di sebelah kamar Robin , Robin masih tidak mendapati Nadira , " Nadira kemana sih " Robin menelpon normor Nadira , suara deringan ponsel Nadira ada di kamar robin di dekat mejanya , setelah mencari keberadaan Nadira , Robin melihat pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya tidak tertutup , lalu perlahan Robin menengokan kepalanya ke dalam kamar mandi , Robin mematung melihat Nadira sedang mengelap rambut basahnya dengan handuk yang berwana merah muda , dan hanya memakai pakaian tidur berwarna Wardah yang tipis , mata Robin membelalak menyusuri dan menikmati pemandangan yang di lihatnya saat ini , Nadira belum menyadari bahwa sedari tadi Robin memperhatikannya , " ngapain di sana " Nadira melihat Robin dengan kaget , " aku tadi cari cari kamu tapi ternyata ada disini , habis mandi " tanya Robin sambil melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi , " iya , tadi gerah , kayanya mau hujan cuacanya begini " Nadira masih sambil mengelap rambutnya , " ko gak ngajak sih " ucap Robin dengan suara yang mulai menggoda Nadira Robin semakin mendekati Nadira , " mas mau ngapain, mau mandi juga ? tanya Nadira dengan wajah polosnya , " mau , tapi berdua " " aku udah mandi mas " jawab Nadira " lagi yu " bisik Robin di telinga Nadira , " haahh enggak lah mas , nanti aku masuk angin , lagian ini udah lewat tengah malem mas , mendingan kita istirahat , besok kan kita kerja " ucap Nadira sambil mendorong badannya Robin agar keluar dari kamar mandi , Robin semakin gemas dan tertahankan melihat rambut Nadira yang kusut dan basah serta tetesan air yang mengalir dari rambut basahnya menurun di tvbuhnya , Robin mendekati Nadira yang sedang duduk di depan cermin , Robin berdiri di belakang Nadira sambil memegang pundak Nadira , " sini aku sisirin " ucap Robin. " gak usah mas , istirahat aja , besok bukannya kamu ada meeting ? " " aku udah ngomong sama papah , besok papah yang nghandle meetingnya , bahan untuk meeting sudah aku kirim ke papah " " haahhh terus papah kamu mau ? " " mau lah kan aku mau ngajak menantunya pergi " " siapa ? " Nadira menoleh ke arah Robin " siapa lagi menantu di keluarga Danuarta ? " ucap Robin dengan kesal " mmm aku gak ngerti maksudnya gimana ? tanya Nadira dengan polosnya " besok aku mau urus paspor kamu , aku mau ngajak kamu bulan madu " Robin sambil mencium pipi Nadira , Nadira tidak mengatakan apapun hanya tersenyum malu sambil menutupi wajah nya dengan ke dua telapak tangannya , " kenapa , ko gak jawab , atau nanya ke mau bulan madu kemana , cuma senyum senyum doang " ucap Robin menatap Nadira , bulan madu , Nadira mendengar kata kata itu dengan perasaan yang bahagia namun malu untuk mengatakannya , " malam ini aku tahan dulu " bisik Robin di telinga Nadira , lalu Robin mengarahkan kakinya menuju ranjangnya , Robin merebahkan tubuhnya di atas kasur , lalu menatap Nadira dengan senyum menggodanya , Nadira tersipu malu memikirkan bulan madu hahahhah Nadira melangkahkan kakinya mendekati Robin , Robin menarik tangan Nadira agar tidur dalam dekapan Robin , Nadira tidak sabar untuk menunggu hari esok , dan ingin tahu dimana Robin akan membawa Nadira , ********** matahari masih malu malu untuk menampakan dirinya , tapi Nadira sudah terbangun untuk membuatkan sarapan suaminya , karena memang dari semalam Nadira tidak bisa nyenyak dalam tidurnya , Nadira dengan cekatan membereskan rumah dan membuat sarapan dengan bahan bahan yang ada di dalam lemari es , matahari sudah menampakan ke indahannya saat pertama terbit , Nadira menata sarapan yang sudah di buatnya di meja , " kurang apa lagi ya ...... " sambil mengingat ingat apa yang kurang di meja makannya , Robin pun sudah bangun dan menuruni anak tangga , seperti yang biasa Robin lakukan , Robin berolah raga terlebih dahulu , saat Nadira masih berkutik di dapur , Nadira melihat pintu halaman belakang yang dekat kolam renang sudah terbuka , " pasti Robin sedang olah raga " ucap Nadira dalam hati, Nadira mengantarkan air minum untuk Robin , sebenarnya Nadira hanya beralasan saja demi melihat pemandangan yang indah , Robin biasanya hanya memakai celana pendek dan membiarkan tubuhnya terbuka , tubuhnya yang kekar , berotot dan perut yang kotak kotak , serta rambut panjang yang berantakan , siapa yang akan menyia nyiakan melihat pemandangan seperti ini , Nadira berdiri di samping Robin yang sedang memainkan besi besinya , " minum nya , aku taruh di sini ya " !!!!! Robin melirik ke arah Nadira , " iya sayang, " " aku mandi duluan ya " Nadira mengatakannya dengan suara yang sedikit gugup karena melihat semua otot nya Robin bergentayangan memamerkan di mata Nadira , " kenapa sayang " " haaahh enggak " " sayang siap siap ya , jam 10 kita berangkat , bawa yang di perlukan saja " ucap Robin Nadira hanya senyum tidak menjawab apapun , Nadira melangkahkan kakinya menuju kamar dan memasuki kamar mandi. nadria membersihkan badannya yang bau masakan dan keringat karena masak tadi , setelah selesai , Nadira membersihkan badannya , kemudian dengan semangat Nadira mengemasi barang barangnya , Robin memasuki kamar dengan penuh keringat , " sayang udah siap " Robin mendekati Nadira dan berniat memeluknya , tapi Nadira menyuruh Robin agar cepat cepat mandi , ****** setelah selesai mereka berdua bersiap siap , mereka menyantap sarapan yang sudah di siapkan oleh Nadira , Robin memakan nya dengan lahap , " kamu hobi masak ya sayang " " hmmm kenapa " Nadira mengernyitkan dahi nya , " setiap masakan yang kamu buat pasti rasanya enak " ucap Robin sambil menatap Nadira Nadira hanya melirik Robin sambil melahap makanannya , piring mereka sudah kosong dan Nadira mulai membereskannya dan mencucinya , saat semua sudah siap dan mereka akan berangkat , tiba tiba ponsel Robin bergetar , setelah Robin menerima ponsel nya , Robin membatalkan kepergian kami berdua dan memutuskan untuk pergi ke kantor , " mas ada apaa ? " sayang , maaf , kita tunda dulu kepergian kita , ada hal yang harus aku urus di kantor , kamu tunggu di rumah saja ya sayang " pinta Robin " aku ikut ke kantor ya , aku sekalian mau menyelesaikan pekerjaan ku " sebenarnya Nadira sedikit kesal karena kepergiannya di tunda atau di batalkan , tapi Nadira menahannya karena Nadira tidak ingin membebani Robin dengan kekecewaannya ,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN