Bibi Ana Jatuh Cinta

1503 Kata
Alvian wijaya menepati janjinya hari ini, Alvian mengajak Ana ke suatu tempat dimana Alvian menyatakan perasaannya. Debaran jantung seorang Alvian wijaya tidak pernah berhenti saat berhadapan wanita cantik kini berada didalam mobilnya. Bisa dibilang Alvian sengaja mengajak Ana keluar kota berdua untuk membahas bisnis dengan PT Gilang Permata, sambil menyala minum air begitulah maksud dan tujuannya. "Bagaimana sudah siap?"ujar Alvian kepada Ana yang kini sudah berada disebelah kursinya. "Sudah, Dokumen mana lagi yang akan di pakai untuk rencana kita nanti,pak?"ujar Ana dengan penasaran. "Bukankah sudah ku bilang padamu. Jika sedang diluar panggil aku Mas sajah. Umur kita sama jangan seprti itu,"ujar Alvian tidak mau kalah. "Baiklah, tapi bukankah tidak sopan?"ujar Ana dengan muka kebingungan. "Tidak sopan bagaimana maksudmu Ana?" kata Alvian kesak dengan ucapan Ana. "Bukankah panggilan Mas itu hanya ditunjukkan orang penting buat,bapak?" seloroh Ana dengan tatapan bingung. "Akh, jadi begitu baiklah. Mulai sekarang kau Harus memangilku Mas Alvian diamanapun kita bertemu sebagai hukumanmu." seloroh Alvian dengan tersenyum miring. "Aish, Baiklah,Mas Alvian. Menurutku aneh kitakan atasan dan bawahan apakah tidak akan terjadi gunjinggan di kantor?"seloroh Ana dengan nada sedikit bergetar "Siapa berani? Adukan sajah kepadaku jangan terlalu takut orang menyinggungmu. mereka tidak akan berani setelah ini,"seloroh Alvian dengan nada tegas. "Terserah Mas Alvian sajah." Seloroh Ana dengan tatapan malas. Ana dan Alvian hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Karena kelelahan pada akhirnya Ana tertidur dimobil perjalanan dari Jakarta menuju Bandung lumayan jauh. Lalu lintas sangat padat hari ini dan membuat Alvian membangunkan sang pujaan hati,untuk sarapan keadaan masih belum.bisa begerak. Untungnya rapat diadakan jam 16.00wib,sehingga masih bisa bernafas lega. "Ana,kita sudah sampai. Ayo kita saraoan dulu,masih macet butuh 1jam lagi untuk sampai ditempat tujuan kita,"seloroh Alvian dengan tatapan kasih. "Ehemmm,lenguhan membangunkan diri Ana,akhirnya kita sudah sampai,Mas Alvian?"tanya ana dengan penasaran. "Belum kita makan siang dulu disini. Kamu harus.makan Ana aku tidak ingin kamunpingsan saat meeting nangi."ujar Alvian dengan tersenyum. "Akh, ehem, sepertinya perutku juga sudah berbunyi, aoakah ada makanan enak yah di Rest Area ini?"seloroh Ana untuk menghilangkam rasa canggungnya. "Tentu sajah, ada Soto Pak Min Solo rasanya enak,kau tertarik ada nasi padang juga."ujar Alvian menjelaskan seakan-akan dia tourguide makanan rest area. "Hem,kedengarannya enak,sebaiknya kita turun dulu. Saya ingin melihat langsung."ujar Ana dan membuka pintu mobil Alvian berjalan menuju foodcourt area. "Hem, tunggu.Saya Ana yah ampun, wanita jika berurusan dengan makanan cepat sekali jalannya."geleng Alvian setelah turun dari.mobilnya dan tidak lupa.mengunci pintunya. Alvian berlari dan mesejajarkan diri dengan Ana. Ana nampak canggung tidak bisa berbuat apa-apa terlebih karena dia meninggalkan Alvian sendiri didalam mobil sekarang berakhir dia digandeng tangannya oleh Alvian. Seolah enggan ditinggal Alvian mengegam tangan Ana dengan posesif. Anapun hanya bisa diam tanpa sepatah kata apapun. Sesampainya di Warung Soto Pak Min Solo Alvian memesankan meja dan menanyakan makanan apa disukai Ana. "Ana,kau ingin makan apa biar aku yang bayar. Makanan disini sebenarnya khasnya adalah soto. Namun ada ayam goreng, ati,ampela,nasi goreng,nasi uduk,tempe dan tahu goreng,makanan lainnya,"seloroh Alvian dengan sedikit tegas. Alvian kemudian menyodorkan menu makanan yang diberikan oleh pelayanan restoran tadi. "Hem,baiklah sepertinya aku mau memcoba sotonya dan nasi uduk seprtinya enak. Bagaimana dengan Mas Alvian?"kata Ana dengan senyum menatap Alvian. "Sepertinya aku akan memasan ayam goreng, kau tahu disini ayamnya sangat enak. Es teh manisnya jangan lupa Ana ini sangat enak. Apalagi bertambah manis dengan kehadiranmu,"seloroh Alvian dengan tersenyum. kemudian memberikan pesanan mereka kepada pelayan itu dan langsung membayarnya,setelah pelayanan membawa bill. "Menurutku tidak juga aku tidak manis biasa sajah,lagipula banyak karyawan lebih cantik dan seksi ketimbang saya,mas. Mas memang tidak tertarik kepada mereka umur mas denganku hampir sama."Ujar Ana dengan tatapan heran dan bingung serta malu. "Haish,jadi karena itu kamu inscure di kantor,dengar Ana aku tidak perduli dengan umurmu. Lagipula hanya ingin mendapatkan wanita cerdas,matang,cantik, serta tidak suka mengganggu dan berlagak centik didepannku. Saya memang jomblo tapi tidak mengharapkan Wanita macem Lilan bagian departemen Ilustasi risih sekali. Bukan sekali dua kali. Dia menawarkan dirinya sendiri untuk tidur denganku. Lilian memang cantik dan seksi bukan tipeku."seloroh Alvian dengan nada tenang. "Ehem,sebaiknya kita bicarakan hal lain sajah,Mas. Mungkin itu lebih penting misalnya pekerjaan."seloroh Ana dengan tatapan pias. "akh, hahahaha kamu lucu sekali Ana,"seloroh Alvian dengan tersenyum. "Tidak maksudku hubungan kita ini apa yah,Mas Alvian karena sepertinya saya merasa anda menyukai saya? Saya tidak mau kegeeran,Mas."ujar Ana dengan tatapan bingung. "Tentu sajah kau adalah orang special buatku,"seloroh Alvian dengan tatapan penuh cinta. Namun ketika hendak melanjutkan kata-katanya pelayan restoran datang sehingga Alvian tidak bisa mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Ana kekasihnya saat itu. Mereka berdua makan dengan lahap dengan senang. Rasa makanan yang enak dan suasana yang mendukung. Rasanya memang tempat rest area bisa menjadi tempat romantis terhadap senang yang lagi jatuh cinta. Kemudian Mereka melanjutkan perjalan menuju Bandung. Client mereka sudah menunggu disebuah Restoran Mewah bernama Farmon. PT Raksana Kencana adalah rekanan mereka saat ini. Ana melakukan peresentasi dengan lancar dan mengusulkan beberapa Influcer untuk menjadi rekanan kedua perusahaan membantu meningkatkan penjualan. "Kami suka dengan rancangan bisnis anda Ibu Ana. Kami sangat senang dengan masukkan dan pendapat perusahaan kalian mengenai oerusahaan kami,"Ujar CEO Raksana Pak Mario Kencana. "Senang mendengarnya, Saya rasa itu memang terbaik. Owh, yah bagaimana dengan harga kami tawarkan apakah kalian berminat?"seloroh Alvian dengan senang dan tersenyum sambil menjabat tangan Pak Mario Kencana. "Saya rasa dengan nominal 700 juta bapak tawarkan sangat bagus. Saya sangat tertarik dengan perusahaan bapak dan mengharapkan keutungan kepada kedua belah pihak."ujar CEO Mario dan tersenyum. Setelah itu CEO Mario Kencana pergi meninggalkan restoran mewah itu dan menyuruh sang sekertaris untuk membuat kontrak dengan CEO Alvian. Kemudian Alvian menyiapkan pertunjukkan untuk Ana dimana semua pelayan.memberikan buket bunga Mawar kepada Ana. Di tengah-tengah acara pemberian buket bunga tiba-tiba Alvian datang dengan Buket Mawar paling besar dan berlutut didepan Ana. "Maukah kau menjadi kekasihku dan bahkan calon tunanganku?"ujar Alvian tanpa ragu dan membuat semua orang bersorak sorai. "Hem,Bai.....baik....lah aku terima pernyataan cintamu,Mas Alvian."seloroh Ana kepada Mas Alviannya dengan senyum mengembang dan jangan lupakan wajah memerah Ana yang membuat Alvian memeluk Ana. Alvian sangat berayukur pernyataan cintanya diterima dan mereka menghabiskan malam dengan indah. *********************************** Disisi lain Sonoko tadi pagi terbangun di ruangan asing hanya menatap iba akan apa yang terjadi. Bagaimana tidak dia telah melakukan hal yang seharusnya dilakukan sesudah pernikahan, bahkan dia lebih terkejut ketika mendapati seorang laki-laki. Itomi yang sedang terlelap perlahan mengerjapkan matanya dan dia juga kaget dengan kehadiran Sonoko. "Kau sedang apa dikamarku?"kata Itomi dengan wajah kesal. "Hey,kau yang mabuk dan kau menyalahkan aku,kau sudah gila pak bos,"seloroh Sonoko tidak mau kalah karena menahan amarahnya. "Sudahlah lupakan kejadian kemarin sebaiknya kau pulang sekarang,"ujar Itomi dengan tidak sabaran. "Menurutmu aku akan opulang dengan pakaian sudah terbelah dua dan dalaman sudah tidak berbentuk?"ujar Sonoko marah dengan sikap Itomi. "Kau.... mana ada aku tidak melakukan apa-apa terhadapmu."seloeoh Itomi mulai naik pitam. "Sudah kubilang lihat dulu itu bajumu dan itu bajuku,"ujar Sonoko matah dan kesal. Sonoko menarik selimut sampai kebagian d*d* karena dia memang tidak memakai sehelai benang dibadannya yang indah. "Tunggu sebentar yah. Aku mau mengerjapkan mataku, Hah?" Kaget Itomi karena setelah mengeejapkan mata dia malah melihat pemadangan membuatnya canggung. "Sudah ku katakan. Kau harus bertanggung jawab, bajuku kau lihat sudah seperti itu,"kata Sonoko masih marah. "Baik, dimana hpku. Aku akan menghubungi Nakano. Kau tunggu dan jangan bergerak sedikitpun,"ujar Itomi dengan sedikit menahan tawa. "Huhhh.... Kau menyebalkan,kau tidak tahu,ituku juga sangat sakit kau susah mengambilnya dariku,"ujar Sonoko dengan muka sebalnya. "Maaf, aku juga tidak sengaja. Lagipula mengapa kau tidak menghajarku habis-habisan sajah tadi malam?"seloroh Itomi tak kalah kesal. "Menurutmu tenagaku sekuat tenagamu sebagai seorang laki-laki,ooh. Ayolah Jangan bercanda Tuan Bos,"seloroh Sonoko mendecak kesal. Setelah perdebatan sengit Itomi menemukan hpnya ternyata berada disaku Jasnya. Itomi menelepon Nakano untuk meberikan Dirinya dan Sonoko pakian baru. " Moshi-moshi,Nakano,bisa kau tolong aku belikan pakian satu setel untuk perempuan dan dalamnya owh yah dalamnya cap 34B dan Celananya ukuran M. Jangan salah, Untukku seprti biasa sajah,"seloroh Itomi tanpa merasa berdosa. Sebaliknya Sonoko mendengar itu merasa malu dan mulai manahan amarahnya. "Baik memang kau berada di hotel mana? Tumben kau menyurhmu membeli Pakian wanita 1 stel pula dan dalamanya,"seloroh Nakano dengan bingung. "Sudah turuti perintahku sajah. Jangab banyak tanya di Lantai 4 kamar nomor 402 di temoat kemarin."seloroh Itomi marah dan.menutup teleponnya. Nakano merasa kaget dengan ucapan Itomi hanya bisa geleng-geleng kepala dan melakukan apa yang Itomi perintahkan. Sementara dikamar hotel Sonoko masih merasa sangat malu untum sekedar kekamar kecil dan menyuruh Itomi mebalikkan tubuhnya. "Kau cepat balikkan tubuhmu, aku mau pipis sudah tidak tahan lagi,"ujar Sonoko dengan kesal. "Baik, apa yang kau inginkan lagi nona cerewet?"seloroh Itomi kesal. "Tidak aku hanya minta tolong mengambikan barthobe disana dan tolong berikan padaku. Aku tidak memaki baju sama sekali dan sekalian ingin mandi,"seloroh Sonoko setengah memohon. "Baik, sudah sana. Aku juga mau mandi setelah ini kita berangkat kerja bareng sajah."ujar Itomi dengan nada memerintah. "Baiklah,sekalian sarapan bukan?perutku sudah lapar,"kata Sonoko dengan tatapan memohon. Sonoko kemudian berjalan menuju Toilet dengan selimutnya. Melepaskannya setelah masuk kedalam Toilet dan mulai membersihkan diri. Tidak lama setelahnya Nakano datang memberikan paket Itomi dan Sonoko tentunya. Sepeninggal Nakano, Itomi dan Sonoko sarapan setelah Itomi memesan makanan melalu telepon kamarnya. Mereka makan dengan lahap dan langsung menuju kantor bersama setelahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN