"Lo yakin mau ketemu dia?" Mereka yang baru sampai ke rumah sakit langsung menuju ke ruangan yang merawat anaknya Sarah. "Kalo gitu gue ke ruang rapat dulu mereka udah nungguin gue." Bimo mengangguk dan memutar gagang pintu yang berada dihadapannya. Saat pintu itu terbuka, pertama kali yang dilihatnya adalah sosok seorang wanita yang dia kenal. Sarah nampak lebih kurus dari terakhir kali dia liat dulu. Ia sedang duduk di pinggir ranjang anaknya dengan merebahkan kepalanya meringkuk di kedua tangannya yang terlipat disisi ranjang. Bimo lantas melihat sosok bayi laki-laki tampan dengan wajah penuh goresan serta lebam yang sudah mulai memudar, kepalanya yang dibalut perban, tangan kiri juga dibalut perban dan tangan satunya terpasang infus itu sedang tertidur lelap seakan dia tidak me

