Devan, menatap Akira intens. Dia melihat wanita itu yang cukup gugup dan kelihatannya cukup tidak enak hati memberikan informasi ini kepada Devan. Padahal, dia juga sama. "Sama Kir, aku juga sama, mama memaksa padahal dia tahu aku lagi mendekati kamu" jelas Devan. "Kita harus gimana mas,?" Tanya Akira. Jujur, dia mulai nyaman dengan Devan, masa hanya karena permintaan mamanya semuanya jadi berantakan. Berantakan dalam artian dia harus mengorbankan perasaan dirinya dan Devan. "Kita ikuti aja dulu maunya mama kamu. Aku juga. Kita coba bernegosiasi nanti. Aku yakin, mama kamu bukan orang yang primitif yang gak bisa menerima pilihan anaknya. Aku yakin itu, buktinya Reyhand aja dia bisa menerima dengan lapang d**a. Aku yakin, dia bisa menerima pilihan kamu nanti. Apa pun itu" jelas Devan, me

