Sehari sebelumnya… Nanda mengeluh. Hanya dia dan Tsuki saja yang belum mendapatkan tempat untuk magang mereka bulan depan. Yang lain sudah mendapatkan, termasuk si t***l Rega. Nanda ingin melakukan demo saat Rega mendapatkan rumah sakit yang bagus karena bantuan Raga, saudara nya. Jika bukan karena Raga, bisa di pastikan Rega mengalami nasib yang sama dengan mereka. “Kita magang tahun depan boleh enggak sih?!” Nanda berbisik. Merebahkan tubuh nya di rumput dengan mata tertutup. Wajah nya terlihat lelah, dia hanya memakai pakaian seadanya karena terlambat bangun tadi. “Enggak lah. Baka.” Ashi menyahut s***s. Dia membuka lembar selanjutnya dari buku yang dia bawa, sesekali dia menggaris poin yang penting dengan bolpen merah nya. Mata nya tidak berpindah dari buku yang dia bawa sejak satu

